Pemkot Yogyakarta Rampungkan Pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan di Tingkat SMP/MTs Tahun 2026
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen membangun generasi muda yang berkualitas dengan menambah sepuluh Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di tingkat SMP dan MTs pada tahun 2026. Program nasional ini mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan pembangunan keluarga ke dalam pembelajaran di sekolah, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai isu-isu kependudukan, kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta pentingnya keluarga berkualitas. Dengan penambahan tersebut, seluruh SMP dan MTs di Kota Yogyakarta resmi menjadi bagian dari gerakan SSK.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, menjelaskan bahwa sejak 2021 hingga 2025 telah terbentuk 53 SSK di SMP dan 3 SSK di MTs. Tahun 2026 menjadi tonggak penting karena sepuluh sekolah tambahan ditunjuk, di antaranya SMP Berbudi, SMP Perak, SMP Labschool UNY, SMP Bhinneka Tunggal Ika, SMP Islam, SMP Institut Indonesia, SMP 17 “2”, MTs Gedongtengen, MTs Nurul Ummah, dan MTs Muallimin. Penunjukan dilakukan berdasarkan kesiapan sekolah dari sisi sumber daya manusia, sarana, dan prasarana, dengan dukungan surat keputusan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk SMP serta Kementerian Agama untuk MTs.
Retnaningtyas menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan SSK adalah membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesadaran terkait isu kependudukan sejak dini. Materi yang diajarkan mencakup bonus demografi, kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, perencanaan masa depan, hingga pencegahan stunting. Sekolah juga diwajibkan memiliki area khusus berisi buku, data, dan media visual sebagai sumber belajar kependudukan. Dengan cara ini, literasi kependudukan diharapkan meningkat, perilaku adaptif terbentuk, dan generasi muda lebih siap menghadapi tantangan bonus demografi.
Program SSK di Yogyakarta telah menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan evaluasi DP3AP2KB, terdapat tiga tingkatan SSK, yakni 20 sekolah terdaftar, 6 sekolah dasar, dan 30 sekolah paripurna. Keberhasilan ini membawa Kota Yogyakarta meraih juara 3 pengelola SSK terbaik nasional pada tahun 2025, sebuah pencapaian yang tidak dimiliki semua daerah. Retnaningtyas menekankan bahwa Pemkot Yogyakarta berkomitmen melaksanakan program ini dengan baik, menjadikannya sebagai model bagi daerah lain.