Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Jadi Agenda Utama
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Festival Sastra Yogyakarta kembali hadir di tahun 2026 dengan semangat baru yang diusung melalui tema “Laku”. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ruang ekspresi, melainkan juga wadah perjumpaan antara penulis, pembaca, dan masyarakat luas untuk memperkuat ekosistem sastra. Pembukaan festival ditandai dengan dimulainya Sayembara Puisi Nasional, sebuah kompetisi tahunan yang selalu dinantikan oleh para pecinta sastra dari berbagai daerah di Indonesia.
Tema “Laku” dipilih sebagai kelanjutan dari benang merah festival sejak 2022, setelah sebelumnya mengangkat tema Mulih, Sila, Siyaga, dan Rampak. Dalam perspektif kebudayaan Jawa, laku dimaknai sebagai penghayatan hidup yang dijalani dengan kesadaran dan pengabdian. Makna ini sekaligus menjadi refleksi bahwa sastra tidak hanya hadir sebagai karya, tetapi juga sebagai jalan hidup yang merawat kebudayaan dan memperkuat ikatan sosial. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menegaskan bahwa festival ini dihadirkan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sastra. “Melalui tema Laku, kami ingin menegaskan bahwa sastra bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga memiliki daya hidup yang menopang para pelakunya,” ujarnya.
Sayembara Puisi Nasional yang menjadi pembuka festival tahun ini digelar dengan tema bebas dan terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia tanpa batasan profesi maupun latar belakang. Panitia menyediakan hadiah dengan total jutaan rupiah, di mana juara pertama akan memperoleh Rp2 juta, juara kedua Rp1,5 juta, dan juara ketiga Rp1 juta. Selain itu, dua karya terpilih sebagai Puisi Favorit masing-masing akan mendapatkan Rp250 ribu. Penilaian dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari kalangan sastra, yaitu An Ismanto, Hasta Indriyana, dan Nur Wahida Idris. Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga puisi orisinal yang belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam kompetisi lain. Karya yang lolos seleksi akan diterbitkan dalam bentuk antologi puisi oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta untuk kepentingan nonkomersial, sementara hak cipta tetap menjadi milik penulis.
Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka hingga 21 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Informasi lebih lanjut mengenai ketentuan sayembara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @festivalsastrayk dan @dinaskebudayaankotajogja, atau melalui layanan narahubung WhatsApp. Dengan sistem digital yang digunakan, peserta dari seluruh Indonesia dapat dengan mudah mengirimkan karya mereka tanpa harus hadir secara langsung di Yogyakarta.