BI DIY Tegaskan Sinergi Pengendalian Inflasi, Sultan Dorong Langkah Konkret Hadapi Tantangan Semester II

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo
Sumber :
  • Dok BI DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa pengendalian inflasi di DIY sepanjang Semester I Tahun 2026 masih berada dalam kondisi terkendali meski diwarnai dinamika energi, cuaca, dan meningkatnya konsumsi wisatawan. Hal itu disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-DIY yang digelar pada 23 Juli 2026 dengan tema “Monitoring dan Evaluasi Inflasi DIY Semester I Tahun 2026: Upaya Pengendalian Inflasi DIY di Tengah Dinamika Energi, Cuaca, dan Aktivitas Konsumsi Wisatawan.”

img_title Sertijab Polda DIY, Arie Fadlani Resmi Jabat Dirresnarkoba Gantikan Roedy Yoelianto

Sri Darmadi menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, inflasi DIY pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,91 persen (year on year), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,34 persen. Ia memprakirakan inflasi DIY sepanjang tahun 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen, dengan prasyarat utama terjaganya kecukupan pasokan bahan pangan pokok strategis.

Dalam paparannya, Sri Darmadi menyoroti tiga tantangan utama yang perlu diantisipasi. Pertama, dinamika cuaca dan potensi El Niño yang dapat menurunkan produktivitas tanaman pangan, hortikultura, dan ternak. Kedua, rambatan kenaikan harga energi global terhadap harga BBM nonsubsidi yang berpotensi berdampak pada produk turunan minyak serta komoditas pangan. Ketiga, meningkatnya kunjungan wisatawan yang dapat memicu lonjakan permintaan konsumsi dan berdampak pada inflasi musiman.

img_title Sri Sultan HB X Dorong Kajati Baru Perkuat Sinergi Forkopimda

Untuk menghadapi tantangan tersebut, ia merekomendasikan tiga langkah utama. Pertama, memperkuat mitigasi rambatan kenaikan harga energi melalui fasilitasi distribusi pangan dan pasar murah berdasarkan prinsip tiga tepat, memastikan ketersediaan kuota BBM bersubsidi untuk kegiatan pertanian, serta mendorong konversi bahan bakar pertanian menuju listrik atau tenaga surya. Kedua, memperkuat antisipasi risiko El Niño melalui pemetaan wilayah terdampak, pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim bagi petani, sinergi modifikasi cuaca bersama BMKG, pengembangan benih unggul, dan penguatan kemandirian pangan rumah tangga. Ketiga, meningkatkan akurasi perencanaan kebutuhan pangan melalui pemanfaatan data geoportal dan mobilitas masyarakat dalam penyusunan neraca pangan, sehingga dapat menjadi dasar pelaksanaan Kerja Sama Antar Daerah yang efektif.

Halaman Selanjutnya
img_title