Finishing Dikebut, Gedung Sekolah Rakyat Jepara Siap Sambut Siswa Perdana

Bangunan Sekolah Rakyat Pakisaji Jepara (foto;dok VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja – JEPARA, Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Jepara dipastikan mulai menerima siswa perdana melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 Juli 2026. Meski pembangunan kawasan sekolah belum rampung sepenuhnya, Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan seluruh fasilitas utama yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar sudah siap difungsikan.

img_title Muscab PERADI Jepara Masuk Babak Penentuan, Tiga Advokat Resmi Berebut Kursi Ketua

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara, Muh Ali, mengatakan pihaknya bersama kontraktor terus mempercepat penyelesaian pekerjaan yang masih tersisa. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh ruang yang akan digunakan siswa benar-benar siap sebelum hari pertama masuk sekolah.

"Insyaallah MPLS dimulai 30 Juli. Hari ini kami sudah meninjau seluruh fungsi gedung untuk murid SD, SMP, dan SMA. Tanggal 28 Juli akan kami cek kembali agar semuanya siap," kata Muh Ali, Jumat (24/7).

img_title Warga Sengonbugel Jepara Tolak Calon Petinggi dari Luar Desa

Menurutnya, progres pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Walaupun masa kontrak proyek masih berlangsung hingga 23 Agustus 2026, pemerintah meminta kontraktor memprioritaskan penyelesaian fasilitas yang akan langsung digunakan dalam proses pembelajaran.

Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, masjid, toilet, hingga rumah susun untuk guru dan wali asuh. Sementara pekerjaan yang masih berlangsung hanya berupa penyelesaian plafon, pembersihan area, serta sejumlah pekerjaan akhir lainnya.

img_title iPhone 11 Hasil Sitaan Judol Dilelang Kejari Jepara, Limit Awal Rp31 Ribu

"Kami sudah mengecek ruang kelas, asrama, toilet hingga rumah susun guru dan wali asuh. Mebelernya juga sudah siap. Tinggal finishing untuk kebutuhan fungsional," ujarnya.

Muh Ali menegaskan aktivitas pembangunan yang masih berjalan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar. Area proyek yang belum selesai dipisahkan dari lingkungan yang digunakan siswa sehingga keamanan tetap terjaga.

Pada tahun ajaran perdana, seluruh peserta didik akan langsung menempati asrama sejak hari pertama MPLS. Orang tua maupun wali murid juga akan dilibatkan saat proses kedatangan siswa ke lingkungan sekolah.

Sekolah Rakyat Terpadu Jepara akan menampung masing-masing 90 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat Rintisan juga akan mengikuti pembelajaran di kawasan tersebut.

Muh Ali menjelaskan, salah satu penyebab pekerjaan sedikit mundur adalah penyesuaian desain konstruksi atap. Bangunan menggunakan model atap bergenteng yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Pantura sehingga membutuhkan perubahan pada struktur rangka dibandingkan rancangan awal.

Halaman Selanjutnya
img_title