Kulonprogo Siapkan Mitigasi Musim Kemarau 2026, Pemkab Keluarkan Himbauan Kesiapsiagaan

Peringatan potensi kekeringan meteorologis
Sumber :
  • Pemkab Kulonprogo

KULONPROGO, VIVA Jogja - Memasuki musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bergerak cepat menindaklanjuti hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya potensi kekeringan meteorologis. Kondisi ini diperkirakan berdampak pada keterbatasan pasokan air bersih bagi masyarakat, sektor pertanian, dan perikanan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, musim kemarau yang disertai angin kencang juga menambah ancaman pohon tumbang di sejumlah wilayah. Untuk itu, Pemkab Kulonprogo mengeluarkan Surat Edaran Nomor 300.2/2486/2026 tentang Himbauan Kesiapsiagaan dan Upaya Mitigasi Menghadapi Musim Kemarau.

img_title Pelantikan Askab PSSI Kulonprogo 2026–2030, Bupati Dorong Kemandirian dan Profesionalisme Sepak Bola Daerah

Dalam surat edaran tersebut, seluruh perangkat daerah, panewu, dan lurah diminta mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana. Pemerintah menekankan pentingnya gerakan hemat air dengan membiasakan penggunaan air secara bijaksana, termasuk memanfaatkan air bekas cucian beras atau sayuran untuk menyiram tanaman. Selain itu, masyarakat diimbau mengoptimalkan penampungan air hujan dan tandon mandiri selama pasokan air masih tersedia, serta melakukan pemeriksaan berkala terhadap sumur gali maupun sumur pompa. Langkah ini diharapkan dapat menjaga cadangan air tetap aman sepanjang musim kemarau.

Upaya perlindungan sumber air juga menjadi perhatian utama. Pemkab mendorong kerja bakti membersihkan saluran air, embung, dan area sekitar mata air agar kualitas dan debit air tetap terjaga. Di sektor pertanian, pemerintah mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dengan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan, seperti palawija dan hortikultura tertentu. Pengaturan irigasi juga diperkuat melalui sistem giliran yang diatur Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) agar distribusi air berlangsung adil dan menghindari konflik antarpetani.

img_title Penghulu Kulonprogo Teguhkan Integritas, Kemenag Dorong Pelayanan Publik Bersih

Risiko kebakaran lahan menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi. Pemkab Kulonprogo menegaskan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta meminimalkan aktivitas pembakaran sampah di pekarangan rumah. Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap debu yang dapat memicu gangguan pernapasan. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan dianjurkan untuk mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pemerintah juga

menekankan pentingnya pendataan wilayah terdampak krisis air bersih sebagai dasar pengajuan bantuan distribusi air bersih oleh pemerintah kalurahan.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Seratus Petani Kulonprogo Ikuti Pelatihan Pencampuran Pestisida Aman