Gunungkidul Dorong Pemberdayaan Perikanan Berkelanjutan Lewat Teknologi Bioflok
- Dok Pemkab Gunungkidul
GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan. Salah satu langkah nyata diwujudkan dengan penerapan teknologi bioflok dalam budidaya ikan lele. Program ini ditandai dengan kegiatan penebaran benih ikan yang dilakukan Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, di Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Senin (27/07/2026). Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi desa.
Dalam sambutannya, Joko Parwoto menegaskan bahwa sistem bioflok bukan sekadar metode budidaya, melainkan sebuah inovasi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air sekaligus menghasilkan pakan alami bagi ikan. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi budidaya dan produktivitas hasil panen. “Sistem bioflok telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas budidaya secara signifikan. Sejumlah penelitian menunjukkan peningkatan produksi hingga 43–49 persen dibandingkan metode konvensional. Ini merupakan solusi yang cerdas, efisien, dan ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Gunungkidul,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penebaran benih ikan bukan hanya seremoni, melainkan simbol dimulainya harapan baru bagi sektor perikanan di Gunungkidul. Menurutnya, kolam bioflok di Kalurahan Sumbergiri diharapkan menjadi percontohan bagi kalurahan lain dalam mengembangkan budidaya perikanan berbasis teknologi. Dengan semangat gotong royong, penerapan sistem ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat desa. “Hari ini kita tidak sekadar menebar benih ikan ke dalam kolam. Kita menebar harapan akan masa depan perikanan Gunungkidul yang lebih maju, ketahanan pangan yang semakin kuat, serta kesejahteraan masyarakat yang semakin merata,” kata Joko.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Joko menegaskan bahwa Pemkab Gunungkidul akan terus memberikan pendampingan serta memfasilitasi berbagai upaya pengembangan sektor perikanan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan di wilayah Ponjong dan sekitarnya, untuk memanfaatkan program bioflok sebagai salah satu pilar pengembangan ekonomi desa.