Indosat Ooredoo Hutchison Dorong Pertumbuhan Digital Lewat AI, Fiber, dan Spektrum Baru
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menegaskan komitmennya untuk memperkuat transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengembangan infrastruktur telekomunikasi, serta penguatan spektrum jaringan. Hal ini disampaikan President Director & CEO IOH, Vikram Sinha, dalam sesi First Half Media Update 2026 bertema “Powering Indonesia’s Next Chapter of Growth Through AI” yang digelar secara daring, Selasa (28/07/2026).
Menurut Vikram, strategi AI North Star yang diperkenalkan sejak Capital Market Day 2024 kini menunjukkan hasil nyata. “Momentum keuangan dan operasional yang kuat menjadi bukti bahwa arah kami tepat. Pendapatan tumbuh mendekati 13 persen, EBITDA naik 14 persen year-on-year, dan laba bersih meningkat hampir 50 persen,” ujarnya. Pertumbuhan signifikan juga terlihat dari rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) yang naik 17 persen.
IOH saat ini fokus menjadi organisasi berbasis teknologi dengan aset yang ramping. Salah satu langkah strategis adalah pemisahan aset fiber dan kemitraan dengan Ansari Group, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,7 triliun. “Kemitraan ini akan memperkuat bisnis fiber-to-site dan mendukung investasi besar kami di platform 5G,” jelas Vikram.
Selain itu, IOH mengembangkan AI Techco dengan dua pilar utama: Neo Cloud dan keamanan digital. Neo Cloud disebut telah menjadi mesin pertumbuhan baru, dengan kontribusi keuntungan mencapai USD 33 juta pada semester pertama 2026 dan kontrak senilai USD 113 juta sepanjang tahun. “Neo Cloud akan menjadi fondasi penting bagi Indosat dalam membangun ekosistem digital,” tambahnya.
Dari sisi investasi, IOH menambah belanja modal (CapEx) sebesar Rp10 triliun untuk memperkuat jaringan 5G, termasuk pemanfaatan spektrum 2.6 GHz dan 700 MHz. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan pengalaman digital bagi lebih dari 100 juta pelanggan. “Fokus kami adalah mempercepat pembangunan infrastruktur digital, memperkuat identitas digital, dan menghadirkan layanan berbasis AI yang relevan bagi masyarakat,” tegas Vikram.
Ditambahkan Director & Chief Business Officer IOH, Muhammad Buldansyah, pendapatan Indosat Ooredoo Hutchison tumbuh 13,1 persen year-on-year menjadi Rp30,7 triliun. EBITDA juga meningkat 13,6 persen dengan margin naik menjadi 47,6 persen. Normalisasi laba bersih melonjak 49,2 persen menjadi Rp3,2 triliun.