DPR RI Siapkan Mobil Rescue dan 20 Motor untuk Jepara, Mitigasi Bencana Diperkuat
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Jepara terus dilakukan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid memastikan bantuan satu unit mobil rescue dan 20 sepeda motor operasional akan disalurkan untuk mendukung penanganan bencana di Jepara.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Dasar Manajemen Penanggulangan Bencana yang digelar di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Selasa (28/7), bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo.
Abdul Wachid mengatakan, Jepara termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana kategori sedang. Namun, sejumlah wilayah memiliki potensi ancaman yang harus diantisipasi, seperti kawasan lereng Gunung Muria yang rawan longsor serta wilayah pertanian di Kecamatan Mayong yang kerap terdampak banjir.
"Jepara kategori sedang untuk bencana. Daerah rawan seperti di lereng Gunung Muria. Banyak daerah pertanian juga rawan banjir, seperti Mayong," ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya prediksi musim kemarau yang berlangsung hingga Desember 2026 berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui langkah mitigasi sejak dini.
"Badan Meteorologi memperkirakan kemarau panjang sampai bulan Desember. Hari ini mulai kita siap-siap mitigasi daerah bencana. Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi semua harus dipersiapkan supaya tidak kaget ketika bencana datang," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas penanggulangan bencana di Jepara, Abdul Wachid memastikan bantuan kendaraan operasional sedang diproses.
"Jepara sangat membutuhkan mobil rescue. Kita akan bantu satu unit mobil rescue, saat ini masih dalam proses. Selain itu, ada 20 sepeda motor yang akan disalurkan agar penanganan maupun distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak bencana bisa lebih cepat," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan kondisi geografis Jepara yang meliputi kawasan pegunungan, dataran rendah, pesisir, hingga Kepulauan Karimunjawa menjadi potensi sekaligus tantangan dalam penanggulangan bencana.
Menurutnya, berbagai karakter wilayah tersebut membuat Jepara memiliki kerawanan terhadap sejumlah jenis bencana sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
"Keanekaragaman bentang alam tersebut menjadi potensi besar bagi pembangunan, tetapi sekaligus menghadirkan berbagai ancaman bencana yang harus kita kelola dengan baik," kata Witiarso.