Ngopi, Bupati Jepara Dorong Pengembangan Potensi dan Infrastruktur Desa Tigajuru

Ngopi di Desa Tigajuru bareng Bupati (foto: Fiskominfo Jepara)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogjaJEPARABupati Jepara Witiarso Utomo mendorong Pemerintah Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, untuk mengoptimalkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi masyarakat, sekaligus mempercepat penyelesaian sejumlah persoalan infrastruktur yang masih menjadi keluhan warga.

img_title Warga Sengonbugel Jepara Tolak Calon Petinggi dari Luar Desa

Hal itu disampaikan saat memimpin program Bupati Ngolah Pikir di Desa di Balai Desa Tigajuru, Selasa (28/7). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, Camat Mayong, pemerintah desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Menurut Witiarso, setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayahnya. Di Tigajuru, salah satu potensi yang dinilai menjanjikan adalah CFD Kates (Kuliner Tengah Sawah) yang berkembang sebagai destinasi wisata kuliner.

img_title iPhone 11 Hasil Sitaan Judol Dilelang Kejari Jepara, Limit Awal Rp31 Ribu

"Potensi yang sudah ada ini jangan hanya dipertahankan, tetapi harus terus dikembangkan. Pemerintah desa perlu mendata pedagang, menyusun regulasi pengelolaan kawasan wisata, serta melengkapi sarana pendukung agar kawasan ini semakin nyaman dan memiliki daya tarik yang lebih besar," ujarnya.

Ia mengatakan pengembangan kawasan wisata perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendukung, seperti pelebaran akses jalan, tempat sampah, hingga tenda bagi pedagang. Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

img_title Sapto Heru Ananto: Ketika Masa Pensiun Justru Menjadi Babak Baru Pengabdian

Selain sektor wisata, Witiarso juga menilai produk UMKM Desa Tigajuru memiliki peluang untuk berkembang. Beberapa produk lokal, seperti kerupuk puli, onde-onde pyur, konveksi, gebyok, keong srutub, dan sate cecek, dinilai memiliki potensi pasar yang lebih luas.

Karena itu, pemerintah desa diminta aktif mendampingi pelaku UMKM, mulai dari pengurusan perizinan, promosi produk, hingga pelatihan pemasaran digital agar mampu meningkatkan daya saing.

Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah persoalan infrastruktur juga mengemuka. Warga menyampaikan kondisi jembatan yang dinilai terlalu rendah sehingga menghambat aliran air, kerusakan sejumlah ruas jalan desa, serta kondisi jalan provinsi ruas Tigajuru–Paren yang membutuhkan penanganan.

Menanggapi hal tersebut, Witiarso mengatakan persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten akan ditindaklanjuti, sedangkan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

"Program Ngolah Pikir di Desa bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi wadah mencari solusi bersama. Aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title