Revitalisasi Saluran Air Kotagede, Konservasi Air Jadi Prioritas

Pembangunan Sumur Peresapan Air Hujan di Kotagede Yogyakarta
Sumber :
  • Dok Humas Pemkot Yogya

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) mulai melaksanakan proyek revitalisasi Saluran Air Hujan (SAH) di Kemantren Kotagede. Langkah ini menjadi bagian dari paket strategis Pemkot Yogyakarta tahun 2026 dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas saluran air sekaligus mendukung konservasi sumber daya air melalui pembangunan Sumur Peresapan Air Hujan (SPAH).

img_title Ekonomi DIY Stabil, Inflasi Terkendali dan Optimisme Terjaga di Triwulan II 2026

Revitalisasi SAH di Kotagede dibagi dalam dua segmen, yakni Jalan Nyi Pembayun sepanjang sekitar 375 meter dan Jalan Kemasan sepanjang 179 meter. Proyek ini menggunakan anggaran dari APBD Kota Yogyakarta tahun 2026 dengan pagu mencapai Rp 3,08 miliar. Saat ini pengerjaan dimulai di segmen Jalan Nyi Pembayun, tepatnya di sisi barat simpang tiga HS Silver ke arah utara. Berdasarkan pantauan lapangan, penggalian saluran drainase sudah dilakukan sebagian menggunakan alat berat, termasuk pemasangan box culvert atau beton kotak. Para pekerja juga membangun sejumlah SPAH di jalur tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi, menjelaskan bahwa saluran lama di Jalan Nyi Pembayun sudah sering rusak karena kapasitasnya terbatas dan hanya menggunakan pasangan batu kali. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tampung sekaligus kualitas saluran agar lebih tahan lama. Ia menambahkan bahwa tidak ada penutupan lalu lintas selama proses pembangunan, hanya pengaturan jalur buka tutup secara bergantian. Target penyelesaian proyek di segmen ini ditetapkan pada September 2026.

img_title Liburan di PerpusKota, Anak-anak Diajak Mengenal Warisan Budaya Yogyakarta

Setelah pengerjaan di Jalan Nyi Pembayun selesai, pembangunan akan bergeser ke segmen Jalan Kemasan sisi utara. Lokasi ini dekat dengan simpang yang memiliki Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) serta jalur Trans Jogja, sehingga pengerjaan akan dilakukan pada malam hari sesuai rekomendasi Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta. Meski tidak dilakukan pengaspalan ulang, bekas galian akan dicor agar jalan tetap aman dilalui kendaraan.

Integrasi SAH dengan SPAH menjadi keunggulan proyek ini. Sistem drainase tidak hanya berfungsi mengalirkan air hujan ke sungai, tetapi juga menampung sebagian air untuk diresapkan kembali ke dalam tanah. Dengan cara ini, drainase berperan ganda sebagai sarana pengaliran sekaligus media konservasi air tanah. Dinas PUPKP mencatat hingga kini telah membangun 4.159 titik SPAH di berbagai wilayah, dan pada tahun 2026 merencanakan penambahan sekitar 350 titik baru yang terintegrasi dengan pembangunan SAH.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Proyek Jalan Karanganyar Direm, Aspal Langka dan Harga Material Melonjak