Kongres Alumni Jesuit XI di Yogyakarta, Menyatukan Semangat Persaudaraan Global
- Dok Humas Pemda DIY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) 2026 yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi momentum bersejarah bagi jejaring alumni Jesuit dari seluruh dunia. Bertepatan dengan peringatan 70 tahun penyelenggaraan, kongres ini bukan sekadar forum pertemuan, melainkan ruang batin bersama untuk merefleksikan arah perjalanan persaudaraan, ilmu, iman, dan pengabdian yang telah menjadi ciri khas pendidikan Jesuit. Lebih dari seribu peserta hadir di auditorium Universitas Sanata Dharma, Sleman, membawa semangat persatuan di tengah dunia yang sedang diuji oleh perpecahan nilai, konflik sosial, dan krisis ekologis.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjumpaan di Yogyakarta harus dimaknai sebagai lahirnya keberanian baru untuk membawa persaudaraan ke tengah dunia. Ia menekankan bahwa kongres ini tidak boleh berhenti ketika forum ditutup, melainkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas. “Biarlah dari kota ini lahir keberanian baru, untuk membawa persaudaraan ke tengah dunia, yang sedang diuji oleh kecurigaan, jarak sosial, luka ekologis, dan perpecahan nilai,” ujar Sri Sultan. Menurutnya, kepercayaan menjadikan DIY sebagai tuan rumah kongres adalah penegasan bahwa Yogyakarta dipandang sebagai daerah yang mampu mempertemukan, menyatukan, dan menguatkan semangat persaudaraan.
Sri Sultan juga menyoroti jejak panjang pendidikan Jesuit di Yogyakarta melalui lembaga seperti Kanisius, De Britto, dan Universitas Sanata Dharma. Jejaring pendidikan tersebut telah menanamkan benih ilmu, membentuk karakter, serta melahirkan generasi yang mengabdi di berbagai bidang kehidupan. Dengan latar budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, DIY menjadi pendapa yang tepat untuk menyambut tamu dari berbagai negara. “Dalam tata batin Jawa, tamu adalah titipan rasa. Ia datang membawa cerita, pengalaman, doa, dan harapan. Maka, menyambut tamu berarti membuka ruang bagi persaudaraan untuk duduk, mendengar, dan menemukan irama bersama,” tegasnya.
Provinsial Serikat Jesus Provinsi Indonesia sekaligus Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana SJ, menyambut hangat para peserta kongres. Ia menekankan bahwa tema United in Spirit, Leading with Purpose menjadi kerinduan terdalam alumni Jesuit, yakni dipersatukan dalam semangat yang sama untuk menjalankan misi Tuhan di dunia. Bagus menilai Yogyakarta sebagai kota budaya dan pendidikan yang tumbuh melalui perjumpaan berbagai tradisi keagamaan selama berabad-abad, sehingga sangat tepat menjadi tuan rumah kongres internasional ini. “Kini, Yogyakarta berkembang menjadi kota global yang semakin berkomitmen menjaga kekayaan tradisi perjumpaan budaya dan agama. Karena itulah, sangatlah tepat apabila Kongres WUJA diselenggarakan di Yogyakarta,” ungkapnya.