Inovasi Anak Panti Muhammadiyah, Madu Surya Asy-Sifa Jadi Bukti Kemandirian di Tengah Kota
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Keterbatasan lahan di perkotaan ternyata tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah Yogyakarta untuk berkreasi. Dengan semangat belajar dan berinovasi, mereka berhasil mengembangkan budidaya lebah madu yang kemudian menghasilkan produk bernama Madu Surya Asy-Sifa. Produk ini secara resmi diluncurkan oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, pada Kamis (30/07/2026), di kawasan Mergangsan. Tidak hanya meresmikan, Hasto juga ikut melakukan panen madu langsung dari sarang lebah yang dibudidayakan di lingkungan panti.
Dalam sambutannya, Hasto memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan pengelola panti. Menurutnya, budidaya lebah madu merupakan inovasi yang patut dikembangkan, terlebih di Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan ruang. Ia menilai bahwa keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menciptakan kegiatan produktif yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat ekologis. “Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki Kota Yogyakarta, ternyata masih bisa dikembangkan budidaya lebah madu seperti ini. Inovasi ini layak diapresiasi karena menghadirkan nilai ekonomi, pendidikan, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Hasto.
Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa keberadaan budidaya lebah madu tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun ekosistem hijau di kawasan perkotaan. Lebah memiliki peran penting dalam proses penyerbukan tanaman sehingga dapat membantu meningkatkan keberlangsungan vegetasi dan menekan dampak polusi udara. Menurutnya, semakin banyak tanaman berbunga dan semakin banyak lebah yang dibudidayakan, maka kualitas lingkungan kota akan semakin baik. Hal ini menjadi salah satu upaya sederhana namun berdampak besar untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengurangi polusi di Yogyakarta.
Selain manfaat ekologis, Hasto menilai program ini juga menjadi sarana pembelajaran positif bagi anak-anak panti. Melalui kegiatan beternak lebah, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup dan membuka peluang usaha mandiri di masa depan. “Melalui kegiatan beternak lebah, anak-anak panti memperoleh keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika mereka mandiri. Ini adalah pendidikan yang nyata, bukan hanya teori,” tambahnya.