Pemkot Yogya dan STMM MMTC Perkuat Kampung Melek Teknologi Lewat Kolaborasi Pendidikan dan AI
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) “MMTC” Yogyakarta menandatangani kerja sama strategis dalam Program One Village, One Sister University, One Sister Corporate yang digelar di Auditorium STMM MMTC, Kamis (30/07/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, bersama Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Agung Harimurti. Program ini difokuskan pada pengembangan kampung tematik di Kota Yogyakarta dengan melibatkan perguruan tinggi dan dunia usaha sebagai pendamping masyarakat, sehingga Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.
Kadri Renggono dalam sambutannya menegaskan bahwa STMM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kampung melalui keahlian di bidang multimedia, komunikasi digital, dan kecerdasan artifisial. Menurutnya, pemetaan potensi kampung, produksi konten kreatif, literasi digital, dokumentasi kebudayaan, penguatan citra kampung, hingga pemanfaatan AI untuk pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting yang harus diwujudkan. Ia menekankan bahwa teknologi tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kadri juga mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-41 STMM MMTC, dengan harapan kampus tersebut semakin menguatkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang melahirkan insan multimedia kreatif, adaptif, dan berintegritas.
Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Agung Harimurti, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Pemkot Yogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi akan lebih lengkap dengan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Agung menegaskan komitmen STMM untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak melalui inovasi, kolaborasi, dan transformasi digital.
Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital, Said Mirza Pahlevi, turut memberikan pandangan mengenai perkembangan teknologi AI. Ia mengajak sivitas akademika STMM untuk tidak takut menghadapi kecanggihan teknologi. Menurutnya, AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu bersimbiosis dengan AI akan menggantikan mereka yang tidak beradaptasi. Said menilai keterampilan teknis seperti membuat ilustrasi, mengedit video, atau menghasilkan konten visual akan semakin mudah dilakukan dengan bantuan AI. Namun, ide, kreativitas, empati, nilai filosofis, dan tanggung jawab tetap menjadi keunggulan manusia. “AI dapat menghasilkan karya dalam hitungan detik, tetapi manusialah yang menentukan tujuan, makna, dan empati dari setiap karya,” tegasnya.