160 Anak Berebut 90 Kursi di Sekolah Rakyat Jepara
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Luar Biasa Antusiasme masyarakat terhadap Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara terus meningkat. Bahkan, jumlah pendaftar jenjang SMP jauh melampaui daya tampung yang tersedia sehingga pemerintah harus melakukan seleksi ketat berdasarkan kondisi ekonomi calon siswa.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermasdes) Kabupaten Jepara, Muh Ali, mengatakan proses pendataan dilakukan secara intensif bersama pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan calon peserta didik benar-benar berasal dari keluarga yang menjadi sasaran program (31/07).
Untuk jenjang SD, jumlah pendaftar berhasil meningkat menjadi 90 anak setelah dilakukan penyisiran, dari sebelumnya hanya 66 pendaftar.
Sementara itu, pada jenjang SMP tercatat sebanyak 160 pendaftar, jauh melebihi kuota yang hanya tersedia untuk 90 siswa. Kondisi tersebut membuat tim seleksi harus melakukan skrining dengan memprioritaskan anak-anak dari keluarga dengan tingkat kemiskinan paling ekstrem.
Adapun jenjang SMA telah menerima 93 pendaftar. Muh Ali memastikan seluruh sarana dan prasarana Sekolah Rakyat ditargetkan rampung paling lambat 20 Agustus 2026 sesuai kontrak yang telah disepakati bersama kementerian terkait.
Di kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Abdul Wachid atau yang kerap di panggil Abah mengungkapkan pembangunan Sekolah Rakyat di Jepara hampir selesai seluruhnya. Menurutnya, fasilitas di Jepara menjadi salah satu yang paling besar dan lengkap yang memiliki kawasan terluas dibanding lebih dari seratus lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun di berbagai daerah di Indonesia (Terbesar).
Karena dinilai menjadi proyek strategis nasional (PSN) pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian terkait agar peresmian Sekolah Rakyat Jepara dapat dihadiri langsung oleh Presiden.
"Sekolah Rakyat ini disiapkan dengan fasilitas yang sangat lengkap bagi anak-anak fakir miskin ekstrem yang selama ini susah untuk belajar dan tidak punya akses pendidikan," Ucap Abah Wachid.
Ia menambahkan, pembiayaan program tersebut berasal dari hasil efisiensi anggaran negara yang digagas Presiden, sehingga tidak mengurangi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam APBN.
Sebagai bentuk dukungan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Jepara juga telah menyiapkan lahan sekitar enam hektare untuk pengembangan Sekolah Rakyat (SR) apabila kapasitas pendidikan perlu ditambah pada masa mendatang.