Yogyakarta Perkuat Ekonomi Kreatif Lewat Kolaborasi Budaya dan Inovasi
- Dok Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dengan menjadikan kolaborasi sebagai fondasi utama. Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengajak Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat sinergi bersama Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Welcome to GEKRAFS “Dolan, Dodolan, Dolanan: Membangun Kolaborasi dalam Ekosistem Ekonomi Kreatif Yogyakarta” yang berlangsung di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta.
Wawan menekankan bahwa Kota Yogyakarta tidak memiliki sumber daya alam maupun sektor pertanian yang besar, sehingga industri kreatif menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Menurutnya, anak-anak muda memiliki kekuatan besar melalui ide, gagasan, kreativitas, dan inovasi. Itulah sumber daya utama yang harus dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi kreatif. “Kami berharap Gekrafs di Yogyakarta semakin maju dan mampu melahirkan berbagai kreativitas luar biasa yang menjadi referensi di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bisnis terbesar di Kota Yogyakarta adalah industri kreatif yang didukung oleh sektor hotel, restoran, kafe, hingga berbagai pelaku usaha kreatif. Sebanyak 99 persen pelaku usaha di kota ini adalah UMKM, sehingga potensi ekonomi kreatif harus terus diperkuat. Wawan juga menyoroti subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan, mulai dari film, kuliner, kriya, fesyen, musik, seni pertunjukan, hingga konten digital. Ia mendorong anggota Gekrafs untuk aktif membangun jejaring dengan pelaku industri yang lebih senior agar mampu meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar.
Momentum perayaan ulang tahun Kota Yogyakarta disebutnya sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa kolaborasi antara komunitas dan pemerintah mampu menghasilkan program nyata. “Kami ingin teman-teman ekonomi kreatif hadir dengan ide-ide baru dan karya-karya kreatif untuk mendukung perayaan ulang tahun Kota Yogyakarta,” ungkapnya.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gekrafs DIY, Sarah Azzahra, menegaskan bahwa kemajuan ekonomi kreatif tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan seluruh pelaku ekonomi kreatif sangat diperlukan agar tercipta ekosistem yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. “Kami berharap forum ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata di masa mendatang,” kata Sarah.