Nekat Beroperasi Meski Diminta Tutup, Homestay Tahunan Digerebek, 7 Pasangan Tak Resmi Terjaring

Penggembokan Gerbang Homestay Oleh Warga Tahunan (foto: VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja – JEPARA, Sebanyak tujuh pasangan laki-laki dan perempuan yang diduga bukan suami istri terjaring dalam penggerebekan yang dilakukan ratusan warga di sebuah homestay di Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Sabtu (1/8) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

img_title Muscab PERADI Jepara Masuk Babak Penentuan, Tiga Advokat Resmi Berebut Kursi Ketua

Penggerebekan berlangsung setelah warga menilai homestay tersebut nekad beroperasi meski sebelumnya telah direkomendasikan ditutup dari hasil mediasi antara warga, pemerintah desa, dan kecamatan.

Dalam video yang beredar, sejumlah laki-laki dan perempuan tampak dikumpulkan oleh warga dengan pengawalan aparat kepolisian Setelah dilakukan pendataan identitas, ketujuh pasangan tersebut kemudian dibawa menggunakan kendaraan polisi ke Polres Jepara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

img_title Warga Sengonbugel Jepara Tolak Calon Petinggi dari Luar Desa

Petinggi Desa Tahunan, Muhadi, mengatakan aksi warga dipicu keresahan yang telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, keberadaan homestay di tengah permukiman padat penduduk dinilai menimbulkan persoalan sosial karena berada tidak jauh dari lingkungan sekolah dan pondok pesantren dan serta fasilitas agama lainnya.

"Beberapa hari lalu sudah dilakukan mediasi. Hasilnya, homestay itu diminta ditutup sementara karena terbukti melanggar ketertiban masyarakat dan diduga sering digunakan pasangan anak anak muda juga yang bukan pasangan suami istri," ujar Muhadi.

img_title iPhone 11 Hasil Sitaan Judol Dilelang Kejari Jepara, Limit Awal Rp31 Ribu

Namun, kata dia, warga kembali menemukan aktivitas di lokasi tersebut. Setelah melakukan pemantauan sejak sore hari, warga mendapati homestay masih menerima tamu hingga akhirnya warga melakukan penggerebekan pada malam hari sampai Dilakukan Penggembokan (segel) pada gerbang utama homestay.

"Ternyata malam ini kami menemukan tujuh pasangan bukan suami istri berada di dalam kamar mirisnya lagi pasangan anak anak muda. Artinya operasional homestay ini masih berjalan seperti biasa," kata Muhadi saat di wawancara di lokasi pasca penggerebekan.

Usai penggerebekan, warga menyerahkan ketujuh pasangan beserta sejumlah kendaraan roda dua yang di gunakan pasangan yang si duga mesum, selain sepeda motor warga juga mengamankan barang bukti Tas perempuan, yang berada di lokasi kepada Polres Jepara untuk penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Muhadi menegaskan, masyarakat akan terus mengawal penegakan hasil kesepakatan mediasi demi menjaga ketertiban lingkungan dan moral generasi muda agar tidak bertambah korban lebih banyak.

Halaman Selanjutnya
img_title