Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Semaki, Umbulharjo, dijalankan secara gotong-royong, baik oleh warga setempat maupun Pemerintah Kota Yogyakarta. Dua rumah milik warga, Suryati (45) dan Supriyanto (41), menjadi sasaran bedah rumah ke-65 dan ke-66 sepanjang tahun ini. Kehadiran Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, yang memimpin langsung kegiatan, menambah energi positif bagi warga yang turut bergotong royong memperbaiki hunian tetangga mereka.
Program ini bukan sekadar perbaikan fisik rumah, melainkan juga simbol kepedulian sosial yang melibatkan banyak pihak. Dukungan datang dari Bank BPD DIY melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, swadaya Dinas Perdagangan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Keluarga Kristiani Pemerintah Kota Yogyakarta. Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, turut berkontribusi dengan menyediakan kusen pintu dan jendela. Bahkan, Wawan Harmawan menambahkan bantuan untuk memperbaiki MCK komunal yang masih digunakan warga sekitar, agar fasilitas sanitasi lebih layak.
Dalam sambutannya, Wawan menegaskan bahwa bedah rumah menjadi agenda rutin Pemkot setiap pekan. Ia menilai semangat gotong royong yang muncul dari keterlibatan masyarakat adalah ciri khas Yogyakarta yang harus terus dijaga. “Program ini rutin kita laksanakan setiap minggu dengan dua rumah sasaran. Alhamdulillah hari ini juga didukung CSR dari Bank BPD DIY dan berbagai pihak. Setelah ini kita lanjutkan kerja bakti bersama. Semangat gotong royong seperti ini adalah ciri khas Kota Yogyakarta yang harus terus kita pelihara,” ujarnya.
Wawan juga menyoroti pentingnya pendataan calon penerima bantuan agar program benar-benar menyasar warga yang paling membutuhkan. Ia menekankan bahwa rumah dengan kondisi paling memprihatinkan harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, masih banyak RTLH di Kota Yogyakarta yang memerlukan penanganan bertahap, sehingga kerja sama lintas sektor menjadi kunci percepatan. Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap sesama adalah modal sosial yang sangat berharga dalam menyelesaikan persoalan hunian warga.
Suryati, salah satu penerima bantuan, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menceritakan kondisi rumah yang selama ini rusak parah, terutama bagian atap yang bocor, pintu yang lapuk, serta kerusakan di area belakang rumah dan kamar mandi. “Kalau hujan selalu bocor, genteng banyak yang melorot, pintu juga sudah rusak cukup lama. Semoga dengan bantuan ini rumah kami menjadi lebih layak ditempati. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan semua pihak yang telah membantu,” ungkapnya dengan mata berbinar.