Ratusan Siswa SMPN 2 Jepara Diduga Keracunan Menu MBG, 123 Orang Terdampak
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Dugaan keracunan massal terjadi di SMPN 2 Jepara setelah ratusan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gangguan pencernaan. Sebanyak 123 orang, terdiri atas 110 siswa dan 13 guru, dilaporkan mengalami diare, mual, hingga muntah usai menyantap menu MBG yang dibagikan pada Senin (3/8).
Empat siswa dengan kondisi paling lemah bahkan harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat RS PKU Aisyiyah Jepara yang berada disebrang sekolah . Beruntung, seluruhnya hanya menjalani rawat jalan dan diperbolehkan pulang.
Penanggung Jawab MBG SMPN 2 Jepara, Dwika Bagus Satria, mengatakan dugaan keracunan baru terungkap sehari setelah makanan dikonsumsi. Pada Selasa (4/8/2026), banyak siswa mendadak meminta izin keluar kelas untuk ke toilet saat proses belajar mengajar berlangsung.
"Kejadiannya (dugaan keracunan) ketahuannya Selasa (4/8), dari menu MBG yang diterima hari Senin (3/8)," kata Dwika saat ditemui di SMPN 2 Jepara, Rabu (5/8).
Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri atas beef teriyaki, tumis labu siam dan wortel bumbu kuning, tempe goreng, serta semangka. Dari total 1.127 penerima manfaat di SMPN 2 Jepara, sebanyak 123 orang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.
"Kalau dari laporan wali kelas, yang kemarin terdampak kondisinya hari ini sudah membaik. Meskipun masih ada satu siswa yang izin sakit, yang kemarin sempat masuk UGD," ujarnya.
Dwika menjelaskan, SMPN 2 Jepara mulai menerima pasokan MBG dari SPPG Bandengan 5 sejak Maret 2026 setelah sebelumnya dilayani oleh SPPG Pengkol.
"Karena yang di Pengkol sudah over penerima, akhirnya SMPN 2 Jepara dialihkan ke SPPG Bandengan 5," imbuhnya.
Setiap hari, menu MBG didistribusikan ke sekolah setiap sekitar pukul 11.00 hingga 11.30 WIB.
Sementara itu, Kepala SPPG Bandengan 5, Tholib Shiddiq, mengatakan dapurnya setiap hari memproduksi 2.144 porsi makanan untuk siswa TK, SD, MI, SMP, serta kelompok B3 yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, juga balita.
Ia menjelaskan, menu untuk siswa SMP dimasak pada sesi terakhir, yakni sekitar pukul 04.00 hingga 07.00 WIB, bersamaan dengan menu bagi kelompok B3.
"Jam masak untuk porsi besar dan kecil kami bedakan karena waktu distribusinya berbeda. Untuk SMPN 2 dan B3 dimasak bersamaan. Namun yang melapor mengalami keluhan gangguan pencernaan hanya dari SMPN 2," jelasnya.