KKP dan Pemda DIY Siapkan Budidaya Ikan Tematik, 64 Kalurahan Lolos Verifikasi

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Sumber :
  • Dok Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Program budidaya ikan tematik yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 64 kalurahan di berbagai wilayah telah dinyatakan lolos verifikasi awal sebagai calon penerima program setelah melalui proses identifikasi yang ketat. Kehadiran program ini diharapkan tidak hanya membangun sarana budidaya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

img_title Gedung Baru BKD DIY Resmi Difungsikan, Sri Sultan Tekankan Transformasi Birokrasi di Era AI

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu, menyampaikan hal tersebut usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (05/08/2026). Dalam pertemuan itu, Haeru menegaskan bahwa pihaknya datang lebih dulu untuk meminta restu kepada pemerintah daerah sebelum menjalankan program di lapangan. Menurutnya, dukungan Gubernur menjadi landasan penting agar pembahasan teknis bersama perangkat daerah dapat segera dilakukan. “Kami ingin melaporkan sekaligus mendapatkan dukungan terkait dua program strategis KKP, satu program budidaya tematik dan satunya KNMP. Karena kami mau masuk ke wilayah DIY, tentu harus kulonuwun dulu kepada tuan rumah. Alhamdulillah beliau sangat mendukung. Selanjutnya teknisnya akan kami diskusikan bersama dinas terkait,” ujarnya.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, menjelaskan bahwa program budidaya ikan tematik dirancang menyasar tingkat kalurahan. Setiap lokasi akan memanfaatkan lahan sekitar seribu meter persegi yang di dalamnya dibangun sejumlah kolam budidaya untuk komoditas seperti lele dan nila. Hasil identifikasi awal menunjukkan ada 64 lokasi yang memenuhi kriteria, meski pembahasan teknis masih akan dilakukan lebih lanjut. Ni Made menekankan bahwa tantangan utama bukan pada pembangunan kolam, melainkan bagaimana budidaya dapat terus berjalan setelah bantuan diberikan. Tata kelola dan ketersediaan benih berkualitas menjadi faktor penting agar program benar-benar berkelanjutan. “Yang penting itu tata kelolanya. Program ini jangan hanya selesai dibangun, tetapi harus berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Bibit juga menjadi penting karena budidaya sangat bergantung pada kualitas benih,” ujarnya.

img_title Sri Sultan Ingatkan Fondasi Kepercayaan dalam Transformasi Digital Asuransi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Hery Sulistio Hermawan, menambahkan bahwa program ini akan menggunakan sistem mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS). Teknologi tersebut memungkinkan air budidaya digunakan berulang melalui proses penyaringan sehingga lebih hemat air dan sesuai diterapkan di wilayah dengan lahan terbatas. Menurutnya, air dari kolam tidak langsung dibuang, tetapi dialirkan menuju sistem filter sebelum dikembalikan lagi ke kolam budidaya. Cara ini terbukti mampu menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan produktivitas. “Air hasil budidaya direcycle. Setelah melewati filter dan kualitas airnya diperbaiki, air dimasukkan kembali ke kolam. Jadi penggunaan air jauh lebih efisien, sementara hasil budidaya diharapkan tetap optimal,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title