Kulonprogo Jadi Pusat Pembelajaran PKN II, Inovasi Tata Kelola Daerah Jadi Sorotan

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026.
Sumber :
  • Istimewa

img_title Kulonprogo Sambut Kunjungan Kaji Tiru Pemkab Barito Utara, Sinergi Jadi Kunci Inovasi Pemerintahan

KULONPROGO, VIVA Jogja - Kabupaten Kulonprogo kembali mencuri perhatian nasional setelah menjadi lokus pembelajaran bagi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII Tahun 2026. Sebanyak 15 peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) diterima secara resmi di Ruang Sermo, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Rabu (5/8/2026). Kehadiran rombongan ini bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang mempertemukan teori kepemimpinan dengan praktik nyata penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Para peserta yang hadir berasal dari lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Di antaranya perwakilan dari Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Perpustakaan Nasional, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Komisi Pemberantasan Korupsi, serta Sekretariat Jenderal DPR RI. Hadir pula pejabat dari Pemkab Halmahera Tengah, Pemkab Kepahiang, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkot Jambi, dan Pemprov Kepulauan Riau. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa Kulonprogo kini menjadi rujukan penting dalam praktik tata kelola pemerintahan daerah.

img_title Kulonprogo Siapkan 38 Pramuka Penggalang untuk Jamnas XII di Cibubur

Mewakili Bupati Kulonprogo, Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum, Eko Wisnu Wardhana, membacakan sambutan tertulis yang menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam menghadapi dinamika global. Menurutnya, sektor ketahanan pangan, air, dan energi menjadi fokus utama yang harus dikelola dengan prinsip pemerintahan kolaboratif, berbasis data, dan inovatif. Ia menegaskan bahwa pembangunan di Kulonprogo dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penguatan kelembagaan petani, efisiensi irigasi, hingga pemanfaatan energi ramah lingkungan yang berpadu dengan konservasi sumber daya air.

Apresiasi datang dari Widyaiswara Ahli Utama Bappenas, Setia Budi, yang menilai Kulonprogo sebagai daerah dengan inovasi relevan terhadap tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa praktik baik tata kelola pemerintahan di Kulonprogo, khususnya dalam pengelolaan pangan, air, dan kolaborasi lintas sektor, menjadi pembelajaran strategis bagi peserta PKN II dalam menyusun policy brief berskala nasional. Menurutnya, pengalaman nyata yang ditawarkan Kulonprogo akan memperkaya perspektif para peserta dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

img_title Reforma Agraria Kulonprogo Fokus Konsolidasi Lahan di Jangkaran dan Ngestiharjo

Kesan positif juga disampaikan oleh Amran, salah satu peserta PKN II yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Ia mengaku terkesan dengan kebersihan wilayah, sektor pertanian, serta integrasi pembangunan infrastruktur di Kulonprogo. Baginya, pengalaman langsung melihat tata kelola daerah memberikan inspirasi yang dapat diterapkan di wilayah asalnya. Pernyataan Amran memperlihatkan bahwa Kulonprogo bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Halaman Selanjutnya
img_title