Kulonprogo Sambut Kunjungan Kaji Tiru Pemkab Barito Utara, Sinergi Jadi Kunci Inovasi Pemerintahan

Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Yosia Tingan (kiri) diterima langsung oleh Wakil Bupati Kulonprogo H Ambar Purwoko
Sumber :
  • Dok Pemkab Kulonprogo

img_title Basket Jadi Alternatif Sehat Atasi Kecanduan Gawai

 

KULONPROGO, VIVA Jogja – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam agenda kaji tiru yang berlangsung di Ruang Rapat Menoreh, Kompleks Pemkab Kulonprogo, Jumat (07/08/2026). Rombongan dipimpin Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Yosia Tingan dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Kulonprogo H. Ambar Purwoko bersama jajaran pejabat daerah. Pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, sekaligus mencari solusi atas tantangan pembangunan yang dihadapi masing-masing daerah.

img_title Regrouping Sekolah di Kulonprogo Efektif Tekan Anggaran Tanpa Kurangi Mutu Pendidikan

Dalam diskusi, sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, koperasi dan UMKM, hingga pengendalian inflasi. Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Yosia Tingan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Pemkab Kulonprogo. Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menyelaraskan program pembangunan di Barito Utara yang baru berjalan sekitar sepuluh bulan di bawah kepemimpinan baru. “Kami datang dengan semangat belajar. Banyak hal yang ingin kami pelajari dari Kulonprogo, mulai dari penguatan koperasi, ketahanan pangan, hingga pengelolaan pemerintahan. Tidak semua akan kami terapkan, tentu akan kami sesuaikan dengan kondisi daerah kami, tetapi pengalaman baik dari Kulonprogo akan menjadi bekal penting dalam menyusun program tahun 2027,” ujarnya.

Felix menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Barito Utara yang luas dengan potensi utama di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan gas membutuhkan pendekatan pembangunan yang berbeda. Karena itu, kaji tiru menjadi langkah penting untuk menemukan inovasi yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan daerah. Ia menekankan bahwa pengalaman dari Kulonprogo akan menjadi referensi berharga dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

img_title 408 Murid Madrasah Kulonprogo Ikuti Olimpiade Madrasah Indonesia

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo Ambar Purwoko menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya potensi daerah, tetapi juga oleh sinergi dan kekompakan seluruh unsur pemerintahan. “Yang paling utama dalam kepemimpinan adalah sinergitas dan kolaborasi. Kalau pemimpin kompak, jujur, dan berani, insyaallah pembangunan akan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan sekadar program yang terlaksana, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” katanya. Ia juga memperkenalkan potensi Kulonprogo yang memiliki kawasan pegunungan, dataran, hingga pesisir, serta dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat sehingga inovasi di sektor tersebut terus diperkuat.

Halaman Selanjutnya
img_title