Eko Suwanto Serahkan 13 Peralatan Mitigasi Bencana untuk Perkuat Kesiapsiagaan Warga Yogyakarta

etua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, bersama Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh H setahkan bantuan 13 jenis alat penanggulangan bencana
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, bersama Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryatamenyerahkan bantuan 13 jenis peralatan penanggulangan bencana kepada tujuh kalurahan di Kota Yogyakarta pada Sabtu (08/08/2026). Bantuan tersebut sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat khsusunya relawan dan forum pengurangan risiko bencana di tingkat kelurahan dalam menghadapi bencana. 

img_title Jusuf Kalla Kukuhkan Pengurus PMI DIY, Tegaskan Misi Kemanusiaan di Tengah Tantangan Bencana

Dalam kesempatan tersebut, Eko Suwanto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana yang bisa datang kapan saja. “Kesiapsiagaan masyarakat untuk hadapi situasi dampak bencana penting selalu dikerjakan. Terima kasih kepada BPBD DIY yang telah memfasilitasi alat penanggulangan bencana, semoga bermanfaat wujudkan Yogyakarta tangguh hadapi bencana,” ujarnya.

Adapun tujuh penerima hibah peralatan tersebut adalah Kaltana Demangan, Kaltana Kotabaru, Kaltana Rejowinangun, FPRB Semaki, Kaltana Gunungketur, Kaltana Wirobrajan, dan FPRB Panembahan. Peralatan yang diserahkan meliputi genset, tenda, angkong, kabel listrik, sarung tangan, jas hujan, helm safety, sepatu boot, parang, linggis, chainsaw, sekop, dan lampu tembak. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional relawan dalam melakukan tindakan mitigasi maupun penanganan darurat kebencanaan.

img_title Pakar UMY Ingatkan Pentingnya Mitigasi di Tengah Penurunan Anggaran BNPB

Agustinus Ruruh Haryata menekankan bahwa relawan adalah garda terdepan dalam penanggulangan bencana. “Garda terdepan di dalam penanggulangan bencana adalah teman-teman relawan dengan backup kami di pemerintah. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan untuk bersama-sama mendorong dan memberikan apresiasi kepada masyarakat agar selalu dalam suasana kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan, Eko Suwanto juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi dampak bencana kekeringan yang berpotensi melanda DIY. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk kekeringan, terutama terhadap sektor pangan, ketersediaan air, dan kesehatan. “Potensi ancaman ini memerlukan kewaspadaan tinggi serta kolaborasi lintas sektor agar masyarakat terlindungi dari dampak buruk kekeringan,” tegasnya.

img_title Kebakaran Putri Cempo Jadi Alarm, TPA Sukosari Disiram, Warga Terdampak Asap Dievakuasi

Kepala BMKG Satklim DIY, Mamenun, dalam paparannya menyebutkan bahwa kondisi iklim saat ini perlu mendapat perhatian serius. Musim kemarau telah memasuki dasarian ketiga dengan potensi fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncak hingga kategori sangat kuat. Berdasarkan catatan historis, kekeringan skala nasional pernah terjadi pada tahun 2015, 2019, dan 2023, sehingga koordinasi antisipasi sejak dini menjadi krusial. BMKG mencatat wilayah DIY saat ini berada dalam kondisi curah hujan yang sangat rendah, dengan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026.

Halaman Selanjutnya
img_title