Bekali Santri dengan Literasi Perlindungan Diri, KKN XXI UNISNU Jepara Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) XXI Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara Desa Klepu membekali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurus Salam dengan literasi perlindungan diri melalui edukasi pencegahan kekerasan seksual, Jumat (8/8) malam.
Kegiatan yang berlangsung pukul 20.00–22.00 WIB di Desa Klepu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, tersebut diikuti santri, pengurus pesantren, dan mahasiswa KKN. Edukasi dirangkai dengan deklarasi bersama sebagai komitmen membangun lingkungan pesantren yang aman dan nyaman.
Koordinator Desa (Kormades) KKN UNISNU Jepara Desa Klepu, M. Ansar Mukhibbi, mengatakan edukasi tersebut penting untuk membekali santri dengan pemahaman mengenai perlindungan diri, batasan personal, serta keberanian untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi kasus. Pemahaman sejak dini diperlukan agar santri mampu mengenali perilaku yang tidak pantas dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi tersebut.
“Agama seharusnya menjadi kontrol moral yang kuat bagi setiap individu. Namun ketika ada oknum yang menyalahgunakan institusi pendidikan, kita harus bergerak cepat. Melalui edukasi dan deklarasi ini, kami ingin memastikan Ponpes Nurus Salam menjadi ruang yang melindungi santri dari segala bentuk kekerasan,” ujar Ansar.
Materi edukasi disampaikan Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UNISNU Jepara, Dr. Santi Andriyani, M.Pd. Para santri diajak mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual, memahami batasan diri, serta membangun sikap saling menghormati.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para santri aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai cara menjaga diri serta merespons situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan seksual.
“Saya sangat terkesan dengan antusiasme dan kepekaan para santri di Ponpes Nurus Salam. Diskusi berlangsung sangat interaktif karena mereka berani mengekspresikan pandangan kritis terkait batasan diri dan pentingnya menjaga kehormatan sesama,” kata Santi.
Pengasuh Ponpes Nurus Salam, K. Sutrimo, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi perlindungan diri menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman sekaligus mendukung proses pendidikan santri.
“Pesantren harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi santri untuk menimba ilmu agama. Kami mendukung penuh kegiatan ini agar nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil 'alamin benar-benar terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari di pondok,” ujarnya.