UNNES dan Peluk Jepara Padukan CNC dan Ukir Tradisional demi Lestarikan Warisan Ukir Jepara
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Pelestarian seni ukir Jepara tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan teknik tradisional, tetapi juga melalui upaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Semangat itulah yang diusung Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Yayasan Pelestari Ukir Jepara (Peluk Jepara).
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 dengan Skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN), kedua pihak mendorong integrasi teknologi Computer Numerical Control (CNC) dengan teknik ukir tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya ukir Jepara.
Program bertajuk “Integrasi Teknologi CNC dengan Teknik Ukir Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya dan Pengembangan Industri Kreatif Jepara” itu ditandai dengan penyerahan bantuan di Gallery Jepara Wood Carving, Minggu (9/8).
Bantuan diserahkan Ketua Tim Pengabdian UNNES, Nimas Aulia Pambajeng Miftahunnajah, SE., M.Ak., kepada Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Drs. Hadi Priyanto, M.M.
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus Yayasan Peluk Jepara, Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini Jepara, Paguyuban Sungging Prabangkara, serta Paguyuban Pengukir Disabilitas Jepara.
Pemanfaatan teknologi CNC dalam program tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pengukir tradisional. Sebaliknya, teknologi ditempatkan sebagai sarana pendukung untuk menjaga keberlanjutan seni ukir di tengah perubahan zaman dan perkembangan industri kreatif.
Melalui pelatihan teknologi CNC, penyusunan desain digital, pengembangan produksi hibrida, hingga dokumentasi karya dalam portofolio digital, para perajin diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan karya tanpa meninggalkan identitas dan nilai artistik ukir Jepara.
Kegiatan pelatihan melibatkan Tim Desain Produk UNISNU, Cinta Maula Ramadhani, bersama praktisi ukir Aska William Muhammad.
Dosen Desain Produk UNISNU, Jati Widagdo, mengatakan seni ukir merupakan aset sekaligus salah satu warisan budaya paling berharga yang dimiliki Jepara.
“Harapan saya dan tim, bantuan ini bermanfaat, dijalankan dengan baik, digunakan, dirawat, dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Menurut Jati, keberadaan seni ukir Jepara membutuhkan perhatian dan pendampingan berkelanjutan agar tetap berkembang serta tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Upaya pelestarian, kata dia, juga harus menyentuh generasi muda. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana membagikan buku paket dan panduan ukir untuk siswa SD dan SMP sebagai bagian dari pengenalan seni ukir sejak usia dini.