Bupati Bangga Jepara Diperhatikan Pemerintah Pusat untuk Cegah Radikalisme

Bupati Jepara Witiarso Utomo Saat Menyalami Kepala BNPT (foto: VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogjaJEPARA, Bupati Jepara mengaku bangga terhadap perhatian pemerintah pusat kepada Pondok Pesantren Al-Mutaqqin dalam memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme yang mengarah pada terorisme.

img_title Laga Perdana Sempat Tahan Madura United 0-0, Persijap Jepara Akhirnya Tumbang di Babak Kedua

Perhatian tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Peningkatan Kemampuan di Pondok Pesantren Al-Mutaqqin yang digelar 10-17 Agustus 2026. Kegiatan mengusung tema “Mandiri Berkelanjutan serta Bebas Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme yang Mengarah pada Terorisme.”

Bupati menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang berkarakter, toleran, serta memiliki komitmen kuat terhadap persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

img_title Kenapa Dengan Pantai Pailus? Dugaan Limbah Tambak Udang Kini Masuk Ranah Provinsi

Menurutnya, pendampingan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait menjadi langkah penting untuk memperkuat proses transformasi di lingkungan pesantren. Terlebih, Ponpes Al-Mutaqqin memiliki perjalanan masa lalu yang pernah dikaitkan dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI).

Karena itu, penguatan kemandirian pesantren dan penanaman nilai kebangsaan dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan lingkungan pendidikan terbebas dari paham kekerasan.

img_title Tempur Tak Boleh Lagi Terisolasi, Jalan Utama Kini Mulus Jalur Alternatif Dikebut

“Kami bangga diperhatikan pemerintah pusat untuk mencegah radikalisme di Jepara,” katanya.

Bupati menegaskan, upaya tersebut tidak dapat dilakukan sendiri. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola pesantren, tokoh agama, dan masyarakat diperlukan agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan.

Ia berharap Ponpes Al-Mutaqqin mampu terus berkembang menjadi pesantren yang mandiri, terbuka, toleran, dan turut menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan bangsa.

Semangat kemerdekaan, lanjutnya, tidak hanya dimaknai melalui perayaan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen kebangsaan, menolak intoleransi dan kekerasan, serta bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.