Seratus Petani Kulonprogo Ikuti Pelatihan Pencampuran Pestisida Aman
- Istimewa
KULONPROGO, VIVA Jogja – Sebanyak 100 petani dari 12 kapanewon di Kabupaten Kulonprogo mengikuti pelatihan penggunaan pestisida terbatas yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpan) Kulonprogo bekerja sama dengan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER). Kegiatan yang berlangsung di Aula UPT Penyuluhan Pertanian Kulonprogo pada Rabu (12/8/2026) ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai takaran, dosis, serta tata kelola penggunaan pestisida agar lebih aman dan bertanggung jawab.
Kepala Dinpan Kulonprogo, drh Drajat Purbadi, menegaskan bahwa masih banyak petani yang belum memahami aturan dosis secara tepat. Menurutnya, kebiasaan petani yang hanya mengandalkan saran sesama rekan tanpa membaca petunjuk di kemasan sering menimbulkan masalah. “Sebagian besar petani itu kadang hanya mengandalkan kebiasaan atau saran sesama rekan tanpa mencermati petunjuk di kemasan. Padahal penggunaan takaran harus presisi—kalau berlebihan memicu penimbunan bahan kimia di lingkungan, kalau kurang rumputnya tidak mati,” jelasnya. Ia juga menyoroti keteledoran dalam penggunaan wadah dan alat bekas pestisida. Banyak kasus hewan ternak keracunan akibat ember bekas pencampuran pestisida dipakai untuk pakan tanpa dicuci bersih. Tangki semprot yang sebelumnya digunakan untuk pestisida juga kerap dipakai sebagai wadah desinfektan tanpa pembersihan menyeluruh, sehingga berisiko fatal bagi kesehatan ternak dan unggas. “Penggunaan pestisida yang tidak beraturan justru memunculkan masalah baru dan merusak ekosistem, termasuk mematikan serangga penyerbuk yang berguna,” tegasnya.
Pelatihan ini menjadi penting karena penggunaan herbisida terbatas seperti parakuat diklorida dan dikuat dibromida wajib melalui pelatihan sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019. Bendahara ALISHTER Pusat, Endang Angkasawati, menjelaskan bahwa peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi. “Penggunaan herbisida terbatas wajib melalui pelatihan penggunaan yang aman dan bertanggung jawab. Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat,” ujarnya. Endang menambahkan bahwa ALISHTER menaungi 65 perusahaan formulasi bahan aktif dan telah menggelar 433 kali pelatihan di 29 provinsi, menyasar lebih dari 433.000 petani di seluruh Indonesia. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis dan pemahaman petani dalam mengelola bahan kimia pertanian. “Harapan kami tentu kemampuan teknis dan pemahaman petani dalam mengelola bahan kimia pertanian meningkat pesat, sehingga manfaat herbisida dapat diperoleh secara optimal dengan risiko seminimal mungkin,” pungkasnya.