Rumah Sehat BAZNAS Resmi Berdiri di Jepara, Witiarso: Zakat Harus Kembali ke Masyarakat
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meresmikan Gedung Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di kompleks Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jumat (14/8).
Kehadiran fasilitas kesehatan (faskes) tersebut menjadi upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya para mustahik di Kabupaten Jepara dan sekitarnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut baik kehadiran Rumah Sehat BAZNAS di lingkungan Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata pemanfaatan zakat untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap Rumah Sehat BAZNAS ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Jepara, khususnya masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tetapi memiliki keterbatasan akses,” kata Witiarso.
Ia menilai kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah dan pesantren menjadi kekuatan penting dalam memperluas manfaat zakat. Rumah sehat tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi terus berkembang dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini bisa terus berkembang, pelayanannya semakin baik dan manfaatnya semakin luas. Zakat yang dihimpun harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Witiarso juga mendorong agar keberadaan Rumah Sehat BAZNAS dapat terintegrasi dengan berbagai program pelayanan kesehatan yang telah berjalan di Kabupaten Jepara. Dengan begitu, fasilitas tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem pelayanan kesehatan daerah (faakesda), terutama dalam menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.
Saat ini, terdapat 35 Rumah Sehat BAZNAS yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Lima di antaranya berada di Jawa Tengah dan salah satu ada di Jepara.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam sambutannya berharap keberadaan Rumah Sehat BAZNAS Balekambang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan fasilitas tersebut tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang mendapatkan pelayanan, tetapi juga dari kemampuannya berkembang sehingga manfaat zakat semakin luas.
“Harapannya selain memberikan dampak kesehatan bagi masyarakat, kalau berkembang baik akan menambah zakat yang masuk ke BAZNAS dan lebih bermanfaat lagi,” tutur Taj Yasin.