Gotong Royong Bersih Sungai dan Lomba Mural Warnai Semangat Kemerdekaan di Yogyakarta
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi wajah nyata peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Yogyakarta. Ribuan warga bersama Pemerintah Kota, komunitas lingkungan, perguruan tinggi, dan masyarakat umum turun langsung dalam kegiatan Bersih Sungai dan Lomba Mural di kawasan Sungai Code, Gondomanan, Jumat pagi. Aksi ini tidak hanya menjadi bagian dari pesta rakyat, tetapi juga simbol pengamalan nilai kemerdekaan melalui kerja nyata.
Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta (Gedung Agung), Deni Mulyana. Mereka bergabung dengan masyarakat membersihkan aliran sungai yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga kota. Dalam sambutannya, Hasto menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak cukup diwujudkan dengan upacara atau perayaan seremonial, melainkan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. “Kegiatan bersih sungai dan lomba mural ini mengangkat semangat kebersamaan melalui tema Pesta Rakyat, Merdeka Bersama, Guyub dan Berbudaya serta Resik Kaline, Sehat Kotane,” ujarnya.
Menurut Hasto, Sungai Code memiliki posisi strategis sebagai ruang hidup masyarakat Yogyakarta. Menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk membangun kesadaran bersama agar tidak membuang sampah ke sungai, menjaga bantaran, dan merawat lingkungan sekitar. “Hari ini semangat kemerdekaan kita wujudkan melalui gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kreativitas masyarakat. Pemerintah bukan hanya mengajak, tetapi ikut bekerja dan bergotong royong,” tegasnya.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan juga diramaikan dengan lomba mural sepanjang 81 meter yang mengangkat tema “Pengelolaan Kebersihan Kawasan Sungai.” Lomba ini menjadi media edukasi sekaligus kampanye lingkungan kepada masyarakat. Hasto mengapresiasi kreativitas para peserta yang menghadirkan karya mural sebagai sarana menyampaikan pesan positif tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, mural tidak hanya memperindah kawasan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap kota dan memperkuat semangat gotong royong. Ia berharap karya-karya tersebut mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Hasto menekankan bahwa kegiatan bersih sungai tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan. Upaya menjaga kebersihan sungai harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Ia juga menegaskan visinya agar sungai tidak lagi dipandang sebagai halaman belakang kota, melainkan menjadi wajah depan Yogyakarta yang bersih, sehat, nyaman, dan membanggakan. “Saya berharap kegiatan bersih sungai hari ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Setelah sungai dibersihkan, mari kita jaga bersama agar tetap bersih,” katanya.