Persijap Berpacu dengan Waktu, Tiga Pekan Menentukan Jelang Debut Super League
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Persijap Jepara menghadapi tantangan besar sebelum mengarungi BRI Super League 2026/2027. Waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar tiga pekan, sementara Laskar Kalinyamat dijadwalkan menjalani laga perdana menghadapi Madura United pada 6 September 2026.
Situasi tersebut membuat manajemen Persijap harus berpacu dengan waktu. Presiden Persijap, M Iqbal Hidayat, mengakui persiapan tim memang dimulai lebih lambat dari kondisi ideal.
Menurut Iqbal, sebuah tim setidaknya membutuhkan waktu sekitar enam pekan untuk mempersiapkan diri secara optimal. Namun, Persijap kini harus memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengorbankan kondisi pemain.
“Dari segi persiapan, kita mulainya telat, ya. Jadi kita harus memaksimalkan waktu yang cukup singkat ini. Untuk memaksimalkan sesuai dengan porsinya. Kita punya waktu sekitar tiga minggu,” ucap Iqbal saat ditemui VIVAJogja di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Selasa (18/8/2026) malam.
Persijap kini mulai menggeber program latihan. Namun, manajemen menyadari pekerjaan rumah yang dihadapi bukan hanya membangun fisik pemain.
Pada sesi latihan kedua, pelatih langsung memberikan porsi latihan tanding dengan komposisi pemain yang masih terbatas. Dari latihan tersebut, Iqbal menilai tim masih membutuhkan banyak pembenahan.
“ Saya rasa belum maksimal. Kita harus bisa mengejar ketertinggalan kita dan memaksimalkan waktu yang cukup singkat ini,” ujarnya.
Kondisi itu juga diperumit dengan proses adaptasi sejumlah pemain asing. Mereka masih harus menyesuaikan diri dengan cuaca dan suhu di Jepara, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan dan pola permainan tim.
Di tengah waktu yang terbatas, Persijap tidak bisa sekadar mengejar intensitas latihan. Manajemen justru meminta tim berhati-hati agar program percepatan persiapan tidak berujung pada persoalan baru.
Iqbal meminta jajaran pelatih mengoptimalkan tiga pekan yang tersisa. Namun, ia menekankan pentingnya mengukur porsi latihan secara tepat.
Menurutnya, memaksakan latihan terlalu berat justru dapat meningkatkan risiko cedera. Padahal, Persijap membutuhkan seluruh pemain dalam kondisi terbaik ketika kompetisi dimulai.
“Pasti disesuaikan dengan waktu yang kita punya. Porsinya juga sesuai dan dimaksimalkan dengan apa yang ada sekarang. Karena kita juga enggak mau push terlalu jauh, terlalu berat, pas lagi di pertandingan nanti kita brain out,” jelasnya.