Kroco Siap Jadi Kampung ProKlim Lestari Pertama di DIY
- Istimewa
Ketua ProKlim Bantala Abyudaya, Sugiyanto, menambahkan bahwa berbagai inovasi fisik yang dilakukan warga Kroco lahir dari tantangan nyata di lapangan, seperti risiko kekeringan dan tanah longsor. Warga berinisiatif membuat 300 lubang penampungan air dan sumur resapan, memanfaatkan 9.000 kilogram pupuk organik, serta mengelola sampah dari sumbernya. Tak hanya itu, Kroco juga bertransformasi menjadi laboratorium edukasi lingkungan yang telah menerima lebih dari 2.200 pengunjung dari berbagai daerah. “Gerakan di Kroco berangkat dari tantangan riil yang dihadapi masyarakat. Berbagai inovasi fisik seperti pembuatan lubang penampungan air, sumur resapan, peningkatan penggunaan pupuk organik, serta pengelolaan sampah berhasil meningkatkan kualitas hidup warga. Kroco bahkan menjadi laboratorium edukasi yang banyak dikunjungi untuk belajar tentang pengelolaan lingkungan,” ungkap Sugiyanto.
Program Kampung Iklim sendiri merupakan gerakan nasional yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendorong masyarakat melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Program ini memiliki empat tingkatan penghargaan berjenjang, yakni ProKlim Pratama, Madya, Utama, dan Lestari. Tingkatan Lestari diberikan kepada kampung yang telah lama berstatus Utama dan mampu membina minimal sepuluh wilayah baru di sekitarnya agar turut berpartisipasi dalam gerakan lingkungan.
Dari total 114 lokasi ProKlim di Indonesia, belum ada satu pun wilayah di DIY yang berhasil meraih predikat Lestari. Karena itu, verifikasi lapangan di Kroco menjadi momen bersejarah bagi Yogyakarta. Jika lolos, Kroco akan menjadi pionir kampung tangguh iklim pertama di DIY yang mampu menginspirasi daerah lain untuk menapaki jalan serupa.
Kroco bukan hanya sekadar kampung yang aktif menjaga lingkungan, tetapi juga simbol kebangkitan masyarakat desa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan semangat gotong royong, inovasi lokal, dan dukungan lintas sektor, Kroco menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup yang dijalankan setiap hari. Harapan besar kini tertuju pada hasil verifikasi yang akan menentukan apakah Kroco benar-benar layak menyandang predikat ProKlim Lestari, sebuah capaian yang akan menorehkan sejarah baru bagi Kulonprogo dan Daerah Istimewa Yogyakarta.