Kelok 18 Resmi Rampung, Akses Wisata Selatan DIY Terbuka Lebar

Proyek pembangunan jalan strategis Kretek–Girijati yang dikenal masyarakat sebagai jalur Kelok 18
Sumber :
  • Dok Pemkab Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, VIVA Jogja - Proyek pembangunan jalan strategis Kretek–Girijati yang dikenal masyarakat sebagai jalur Kelok 18 kini menjadi harapan baru bagi konektivitas wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jalur ini menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Gunungkidul dan diproyeksikan mampu mengintegrasikan kawasan wisata sekaligus mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan. Kehadiran jalur baru ini diyakini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan pariwisata dan investasi di kawasan selatan DIY.

img_title Upland Project, Upaya Pemerintah Mendorong Kemitraan Korporasi Petani dan Pasar Secara Berkelanjutan

Berdasarkan data kontrak, proyek ini membentang sepanjang 5,64 kilometer dengan lebar jalan aspal mencapai 7 meter. Total biaya pembangunan mencapai Rp254,57 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor kerja sama operasi (KSO) Waskita dan PP. Anang Nurkholis selaku Project Manager menjelaskan bahwa pembangunan ini membuka akses jalan baru melalui area yang sebelumnya berupa hutan belantara. Tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi geografis berupa tebing curam sehingga memerlukan tahapan teknis pelaksanaan yang kompleks. “Jalan Kretek–Girijati ini berfungsi sebagai penyambung krusial antara Jalan Parangtritis dan Jembatan Kretek II dengan ruas Girijati–Tlogowarak serta Legundi–Planjan yang merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS),” ujarnya.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang meninjau langsung lokasi pada Jumat, 28 Agustus 2026, menyampaikan harapannya agar jalur baru ini dapat memecah kemacetan menuju destinasi wisata di Gunungkidul. Menurutnya, jalur ini akan memberikan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi wisatawan yang menuju pantai selatan. “Diharapkan ke depan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata yang lebih terintegrasi antara Bantul dan Gunungkidul,” kata Bupati Endah. Pemerintah daerah juga telah merancang titik-titik strategis di sepanjang jalur ini, termasuk pembangunan gardu pandang dan rest area di wilayah perbatasan dua kabupaten. Lokasi tersebut nantinya akan difungsikan sebagai gerai bagi pelaku UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

img_title UGM Soroti Ketertinggalan Neuropsikologi Indonesia, Desak Penguatan Pendidikan dan Riset Lintas Disiplin

Bupati Gunungkidul menekankan bahwa infrastruktur yang baik akan memicu pertumbuhan investasi. Melalui skema land banking, pemerintah berupaya menawarkan potensi ekonomi di area selatan kepada para investor agar aset daerah tidak menganggur dan dapat memberikan dampak ekonomi langsung. Keberhasilan proyek ini bergantung pada koordinasi erat antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Kerja sama ini diharapkan menciptakan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan bagi kedua daerah. Di masa depan, jalur ini juga diproyeksikan akan terintegrasi dengan rencana pembangunan tol di wilayah utara yang memiliki titik keluar di Gedangsari atau Ngalang.

Halaman Selanjutnya
img_title