Inflasi DIY Agustus 2026 Terkendali di Tengah Kenaikan Harga Pangan dan Energi

inflasi DIY mencapai 3,07 persen lebih tinggi dibandingkan capaian Juli 2026 sebesar 2,54 persen
Sumber :
  • Dok BI Yogyakarta

YOGYAKARTA, VIVA Jogja  - Laju inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Agustus 2026 tercatat tetap terkendali meski mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY mencatat inflasi bulanan sebesar 0,27 persen (mtm), meningkat dari posisi Juli 2026 yang sempat mengalami deflasi 0,31 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi DIY mencapai 3,07 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian Juli 2026 sebesar 2,54 persen (yoy). Meski demikian, angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen (yoy), menandakan stabilitas harga di wilayah ini tetap terjaga.

img_title DPRD DIY Dorong Optimalisasi Kelok 23 sebagai Jalur Strategis dan Destinasi Wisata

Kota Yogyakarta menjadi salah satu penyumbang utama dengan inflasi bulanan sebesar 0,24 persen (mtm) dan inflasi tahunan mencapai 3,29 persen (yoy). Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi bulanan 0,28 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,87 persen (yoy). Kenaikan harga di kedua wilayah ini menunjukkan adanya tekanan dari sektor konsumsi rumah tangga, terutama pada kelompok bahan pangan dan kebutuhan sehari-hari.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi pendorong utama inflasi DIY dengan andil sebesar 0,25 persen (mtm). Komoditas yang paling berpengaruh antara lain daging ayam ras, buncis, kacang panjang, dan beras. Daging ayam ras mencatat andil inflasi tertinggi, yakni 0,15 persen (mtm), disusul buncis 0,05 persen (mtm), kacang panjang 0,04 persen (mtm), dan beras 0,02 persen (mtm). Kenaikan harga ayam ras dipicu oleh meningkatnya biaya pakan ternak serta lonjakan permintaan menjelang sejumlah perayaan seperti Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Aktivitas masyarakat yang kembali meningkat setelah libur sekolah turut memperkuat permintaan terhadap bahan pangan tersebut.

img_title Seleksi KPID DIY Dibuka, Cari Komisioner Penjaga Ruang Siaran Publik

Selain itu, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya juga memberikan kontribusi terhadap inflasi dengan andil 0,03 persen (mtm). Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor utama di kelompok ini, seiring meningkatnya permintaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Fenomena ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi tidak hanya bersumber dari kebutuhan pokok, tetapi juga dari sektor non-pangan yang dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional.

Meski tekanan harga meningkat, inflasi DIY tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga. Bawang merah, tomat, dan bawang putih menjadi penyumbang deflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,05 persen (mtm), 0,04 persen (mtm), dan 0,02 persen (mtm). Penurunan harga bawang merah terjadi karena pasokan yang masih terjaga dari daerah produsen yang sedang panen. Kondisi ini membantu menstabilkan harga di pasar lokal dan menekan laju inflasi lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Tidar DIY Mantapkan Regenerasi Politik Lewat Tunas 3 dan Musda