Bantul Kembangkan Inovasi Budidaya Air Payau untuk Dorong Ekonomi Pesisir
- Dok Humas Pemkab Bantul
BANTUL, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Bantul terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi pesisir melalui inovasi di sektor kelautan dan perikanan. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digarap adalah pengembangan demonstration plot (demplot) budidaya komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi di Padukuhan Pandansari, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden. Program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan usaha perikanan berbasis riset dan teknologi, sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, meninjau langsung lokasi demplot. Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya tahap penelitian dan uji coba sebelum pola budidaya diperluas ke masyarakat. Menurutnya, komoditas yang dikembangkan di demplot meliputi lobster pasir, nila salin, kakap merah, dan bandeng. Keempat jenis ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir. “Ini merupakan tahap penelitian. Kalau nanti berhasil, akan kita kembangkan di masyarakat, kita sebarkan dengan membentuk klaster-klaster atau plasma-plasma yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Halim menambahkan, pengembangan demplot dilakukan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Budidaya komoditas air payau di daratan masih relatif baru bagi sektor kelautan dan perikanan Bantul, sehingga penelitian menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi tantangan sekaligus menemukan solusi. Pemerintah mengambil peran utama dalam tahap awal karena pengembangan ini membutuhkan pembiayaan besar dan memiliki risiko tinggi. “Biarlah penelitian ini dikembangkan oleh pemerintah karena ini mengandung pembiayaan yang cukup besar. Mudah-mudahan ini berhasil dan nanti kita kembangkan di masyarakat,” katanya.
Selain budidaya ikan, kawasan Pandansari juga dikembangkan untuk produksi garam dengan metode baru. Hasil uji coba menunjukkan kualitas garam yang dihasilkan cukup baik, sehingga menjadi salah satu potensi ekonomi pesisir yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan dukungan teknologi, produksi garam diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal. Halim menegaskan bahwa pengembangan potensi pesisir tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi mencakup integrasi antara perikanan, garam, dan pasar pesisir sebagai ruang ekonomi masyarakat. Pasar pesisir nantinya akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menawarkan hasil bumi dan produk lokal kepada pengunjung maupun wisatawan.