Jogja Investment Arena #2 Jadi Ruang Strategis Pengusaha Muda Bertemu Investor
- Dok Humas Pemkot Yogya
YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan iklim usaha yang sehat, kompetitif, serta mampu membuka lebih banyak peluang bagi tumbuhnya kewirausahaan dan lapangan kerja. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat membuka acara Jogja Investment Arena #2 – HIPMI Talks and Speed Dating Investor di The Jogja Hotel & Conference Center, Selasa (01/09/2026).
Dalam sambutannya, Wawan mengapresiasi format acara yang dinilai lugas, dinamis, khas anak muda, namun tetap mengedepankan profesionalisme. Menurutnya, forum ini tidak sekadar mempertemukan kebutuhan modal dengan ide bisnis, tetapi juga menjadi sarana membangun kemitraan strategis yang dapat menggerakkan roda perekonomian. “Bukan sekadar mencocokkan modal dengan ide bisnis, melainkan membangun kemitraan strategis yang akan menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.
Wawan menekankan bahwa penguatan ekosistem usaha di Yogyakarta membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, organisasi pengusaha, pelaku usaha, investor, dan mitra strategis memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong tumbuhnya wirausaha muda. Pertumbuhan jumlah wirausaha baru diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah maupun nasional.
Ia juga menyoroti peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai organisasi yang menaungi pengusaha muda. HIPMI diharapkan terus tangkas dan gesit dalam menciptakan serta menangkap peluang usaha. Melalui konsep speed dating, proses pertemuan antara pengusaha dengan investor dapat berlangsung lebih cepat dan efisien, sekaligus memangkas jalur birokrasi maupun diskusi panjang. “Format ini mempertemukan langsung inovasi terbaik dari kader HIPMI dengan ekosistem pendanaan yang tepat secara cepat dan efisien,” jelasnya.
Pitching Bisnis dan Peluang Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, Wawan menyebut para pengusaha yang melakukan pitching telah melalui proses kurasi. Mereka dinilai sebagai representasi bisnis yang adaptif, memiliki model bisnis valid, serta dipimpin talenta muda yang siap mengeksekusi visi di berbagai sektor strategis. Ia mendorong para founder memanfaatkan waktu pitching secara maksimal dengan menyampaikan esensi bisnis secara tajam, jujur, dan percaya diri. “Investor tidak hanya mendanai ide, tetapi juga kredibilitas dan ketangguhan Anda sebagai founder,” tegasnya.