Jepara Bersholawat Gaungkan Pesan Moral: “Jepara Hebat, Hilang Maksiat
- VIVAJogja
VIVAJogja – JEPARA, Lantunan Sholawat menggema di Masjid Baitur Rohman, Desa Langon, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Jawa tengah (Jateng) Jepara, Rabu (2/9) malam. Kegiatan Jepara Bersholawat tersebut membawa pesan kuat untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus menjauhkan generasi muda dari berbagai bentuk kemaksiatan.
Mengusung tema “Jepara Bersholawat, Jepara Hebat; Jepara Bersholawat, Hilang Maksiat”, kegiatan ini diikuti jama'ah dari Desa Langon dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tahunan.
Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar yang langsung menghadiri bersama Asisten Jepara Samiaji, Camat Tahunan Mua'dz, Kapolsek Tahunan AKP Agus Sulistiyo, serta perwakilan Koramil Tahunan Serka Doni serta Petinggi Desa Langon Suharto.
Sejumlah anggota DPRD Jepara yang menghadiri, di antaranya Ahmad Fauzi dan Khoirul Anwar, turut hadir. Petinggi se-Kecamatan Tahunan, perangkat desa, serta ratusan masyarakat Desa Langon dan Warga Desa Tahunan juga memadati lokasi kegiatan.
Jepara Bersholawat diisi dengan lantunan sholawat yang diiringi Hadroh JEMBAR dari Kecamatan Tahunan. Kegiatan kemudian dilanjutkan tausiyah agama yang disampaikan Gus Ihsanudin dari Semarang.
Selain memperkuat syiar keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum berbagi. Sebanyak sembilan anak yatim dan piatu dari lingkungan Yayasan Nahdlatul Ulama (NU) Baiturrahman Langon, Kecamatanr Tahunan.
Santunan dari Baznas Jepara diberikan kepada Nilam Sukma Pawening, Khoirul Anam, M. Ammar Al Azzki Hilmi, Nur M. Ghani Al Miguna, Haji Raden Fatah Arrasyid, Fawwas Muhammad Santoso, Rayya Deviania Santoso, M. Zaky Mirza, dan Rifdah Ramadhani Santosa.
Kehadiran masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan tidak sekadar menjadi ruang untuk bersholawat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan antara pemerintah, ulama, serta masyarakat.
Pesan yang dibawa Jepara Bersholawat pun diarahkan pada pembangunan karakter masyarakat. Sholawat diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat agar kehidupan sosial di Jepara semakin menjunjung nilai agama, kepedulian, dan menjauhi perilaku yang merusak kehidupan masyarakat.
Kegiatan Jepara Bersholawat bentuk Kecintaan kepada kita terhadap Junjungan kita Baginda Rosulullah Nabi Muhammad.SAW ini menjadi bagian dari agenda rutin jajaran Pemkab Jepara untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat suasana religius di berbagai wilayah Kabupaten Jepara