Dari 24 Desa Peserta Pilpet, Sengonbugel dan Kaliaman Jadi Perhatian Khusus

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengungkapkan hal tersebut saat apel pasukan pengamanan Pilpet Serentak di halaman Mapolres Jepara (foto: VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja – JEPARA, Dua dari 24 desa peserta Pemilihan Petinggi (Pilpet) Serentak 2026 di Kabupaten Jepara Jawa Tengah (Jateng) masuk dalam perhatian khusus pengamanan. Desa Sengonbugel dan Desa Kaliaman menjadi prioritas antisipasi untuk mencegah potensi konflik selama tahapan pemilihan berlangsung.

img_title Persijap Kembali Tumbang, Dewa United Banten Menang 2-0

Bupati Jepara Witiarso Utomo mengungkapkan hal tersebut saat apel pasukan pengamanan Pilpet Serentak di halaman Mapolres Jepara, Senin (19/10). Ia meminta seluruh unsur pengamanan meningkatkan kewaspadaan, terutama di desa yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Dua desa ini harus mendapatkan perhatian lebih serta langkah antisipasi optimal dari seluruh unsur pengamanan,” kata Witiarso.

img_title Revitalisasi Sekolah Jepara 2026 Menyasar 210 Titik, Prioritas Berdasarkan Tingkat Kerusakan

Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan berbeda. Karena itu, pemetaan potensi gangguan keamanan menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan Pilpet berjalan aman, tertib, dan demokratis.

Ia menegaskan, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari tidak adanya gangguan keamanan. Aparat juga harus mampu mendeteksi potensi konflik sejak dini, menjaga netralitas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

img_title Jelang Tuntutan Abi Jamroh, Alumni Datang ke PN Jepara, Kuasa Hukum Korban Minta Hukuman Maksimal

“Kita harus mampu mencegah potensi konflik, menjaga netralitas, memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik,” tuturnya.

Witiarso meminta personel pengamanan aktif memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Pendekatan persuasif kepada tokoh masyarakat dan tokoh politik di tingkat desa juga perlu diperkuat untuk mencegah munculnya gesekan antarkelompok pendukung.

Selain itu, koordinasi intensif dengan panitia pemilihan dan unsur pemerintahan setempat harus terus dilakukan. Langkah tersebut diperlukan agar setiap tahapan Pilpet berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Kabupaten Jepara berharap pelaksanaan Pilpet Serentak di 24 desa berlangsung lancar, jujur, dan kondusif tanpa konflik yang mengganggu stabilitas masyarakat.

Witiarso menekankan pentingnya kerja sama seluruh unsur terkait untuk menjaga situasi tetap aman hingga seluruh rangkaian pemilihan selesai.