Diplomat Meksiko: Jepara Craft Has a Big Market Potential

Kedutaan Besar Meksiko di Jakarta, Rodrigo Vázquez Ortega (Foto: dok. VIVAJogja)
Sumber :
  • VIVAJogja

VIVAJogja – JEPARA, Produk kerajinan Kabupaten Jepara berpeluang menembus pasar Meksiko. Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar Meksiko di Jakarta, Rodrigo Vázquez Ortega, bahkan berencana membawa sampel mebel dan batik Jepara untuk diperkenalkan kepada pemerintah serta masyarakat di negaranya.

img_title Dari Jepara untuk Dunia, Batik Ciprat Karya Disabilitas Diperkenalkan ke Para Dubes

Ketertarikan tersebut disampaikan Rodrigo saat mengunjungi Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara bersama delegasi Diplomatic Forum Jepara, Rabu (4/11).

Menurut Rodrigo, Indonesia dan Meksiko memiliki kesamaan dalam keragaman motif serta proses produksi kerajinan. Kesamaan tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Jepara kepada pasar Meksiko.

img_title Kecanduan Judol, Kuli Mebel di Jepara Jambret Kalung Emas Milik Balita

"I think we share a lot of similarities between Indonesia and Mexico. Diversity patterns, ways of producing the manufactured and the products and the services. So I believe there's a lot of market in Mexico," ujarnya.

Dari berbagai produk yang diperkenalkan, Rodrigo mengaku tertarik dengan mebel Jepara. Kekayaan motif batik juga menjadi daya tarik tersendiri baginya.

img_title Ekshumasi Bongkar Kematian IRT di Jepara, Korban Diduga Dibekap hingga Tewas

Ia berencana membawa sejumlah sampel produk untuk diperlihatkan kepada pemerintah dan masyarakat Meksiko. Langkah tersebut diharapkan menjadi awal pengenalan produk industri kecil dan menengah (IKM) Indonesia di negara tersebut.

"Of course. That's why I'm taking these samples to let my government and my people know about what Indonesia is doing with the small and the medium companies," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara, Syahnez Danniar Yusuf, menjelaskan Galeri Dekranasda menjadi salah satu sarana pengembangan sekaligus promosi produk kerajinan lokal.

Menurutnya, Dekranasda berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas perajin, menjaga kualitas produk, serta memperluas jangkauan pemasaran melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi promosi.

Galeri Dekranasda Jepara mulai beroperasi pada Agustus 2025. Hingga kini, sebanyak 120 IKM telah bergabung dengan menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari seni ukir, tenun Troso, batik Jepara, fesyen, hingga kerajinan tangan.

Syahnez berharap kunjungan para diplomat tersebut tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan promosi kerajinan Jepara di pasar internasional.

Halaman Selanjutnya
img_title