Banjir Mengintai Wilayah Kudus, Masyarakat Diserukan Waspada Hadapi Bencana

Penjabat (PJ) Bupati Kudus Herda Helmijaya di Bendungan Wilalung
Sumber :
  • jogja.viva.co.id-Arief Pra

Kudus, VIVA Jogja - Bencana banjir kini mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Karena itu, masyarakat Kudus diminta mewaspadai bencana banjir, seiring terus meningkatnya debit air Bendungan Wilalung.

img_title Karaoke Liar di Kudus Merajalela Bikin Warga Resah, Ajang Mesum Pesta Miras dan Narkoba

Kondisi tersebut juga diperparah dengan tingginya curah hujan di Kabupaten Grobogan, sehingga debit air diperkirakan masih terus meningkat. Bahkan jebolnya sejumlah tanggul tak kuat menahan banjir, mengakibatkan jalan provinsi penghubung Grobogan dan Semarang terputus karena terendam banjir setinggi 1 meter.

Meski bencana banjir belum parah melanda di Kabupaten Kudus, namun kewaspadaan harus tetap dilakukan. Selain itu, memantau kondisi tanggul sungai Wulan di sepanjang wilayah Undaan yang berada diperbatasan Kudus dan Grobogan.

img_title Merajai Liga Grassroots 2026, ASTI Kudus Benamkan ASTI Semarang 3-0 di Final U-15

Meningkatnya debit air di Bendungan Wilalung pada Selasa (22/1/2025) pukul 10.00 WIB, membuat Penjabat (PJ) Bupati Kudus Herda Helmijaya turun langsung memantau kondisi di bendungan setempat.

Dalam kesempatan itu, Herda Helmijaya menyebut dengan kondisi darurat seperti ini, maka antar wilayah harus saling bekerjasama dalam mengatasi persoalan yang ada. Terutama mengantisipasi bencana yang berkelanjutan.

img_title Pekan Raya Kudus 2026 Dibuka, Etalase UMKM dan Ekonomi Kreatif Siap Dongkrak Transaksi

“Kita harus mulai memikirkan tata kelola air yang bekerjasama secara holistik dengan wilayah-wilayah lain,” ujar Herda.

Meskipun Kabupaten Kudus memiliki anggaran untuk membuat resapan baru seperti embung dan kolam retensi, kata Herda, namun harus juga dipikirkan kerjasama lintas wilayah. Sebab keberadaan sungai yang melintas di Kudus, juga mengalir ke kabupaten lainnya.

Menurut Herda, program penguatan tanggul dan normalisasi sungai yang sudah dicanangkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, menjadi upaya sementara yang harus diimbangi dengan solusi jangka panjang.

Herda juga menyoroti terkait kondisi pintu air yang tidak berfungsi maksimal yang ada di Bendungan Wilalung. Melihat kondisi itu, Herda mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk bersiap dan waspada di tengah kondisi cuaca ekstrem.

“Bagi masyarakat yang kemungkinan terdampak banjir, harus mulai mempersiapkan diri. Teman-teman (petugas) di Bendungan Wilalung, sudah berupaya mengendalikan air sebisa mungkin,” terang Herda.

Herda menegaskan bahwa Bendungan Wilalung masih dalam kondisi yang aman.  Sebab selama ini, penguatan bendungan telah rutin dilakukan. Sehingga untuk saat ini, mitigasi bencana perlu dilakukan untuk mengatasi potensi bencana yang ada.

Halaman Selanjutnya
img_title