Kasus Lakalaut, Dibutuhkan Peningkatan Kesadaran Wisatawan

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Wuri D

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Hingga pertengahan April 2025, telah terjadi empat kali kecelakaan laut wisatawan terbawa ombak laut Pantai Parangtritis. Akibat kejadian itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Menanggapi hal ini, Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan kehati-hatian wisatawan yang beraktivitas di pantai sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya laka-laut terseret ombak atau pun tenggelam.

Dijelaskan Noviar, Pantai Parangtritis memiliki ripcurrent yang berbahaya bagi wisatawan. Pihaknya telah menerjunkan petugas untuk berjaga bertugas mengingatkan pengunjung untuk tidak bermain air. Jika memang berenang harus dengan peralatan keselamatan seperti life jacket.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

"Ya memang saya mengimbau untuk berhati-hati. Jadi di Paantai Parangtritis itu memang ada rip current yang selalu di tempatnya di titik itu sehingga kan petugas kami juga sudah mengingatkan pengunjung untuk tidak bermain air. Walaupun misalnya berenang di air mohon memakai life jacket. Jadi itu safety-nya gitu," kata Noviar Rahmad di Yogyakarta, Rabu (16/4/2025).

Dijelaskan Noviar, khusus di Pantai Parangtritis setidaknya ada 69 petugas Satlinmas Rescue istimewa yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan pemantauan aktivitas pengujung pantai dan mengedukasi bahaya ripcurrent, sebagai antisipasi meminimalisir terjadinya lakalaut.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

"Khusus di Parangtritis itu ada 69 petugas kita yang standby. Ditambah dengan personel dari Polrurut, dari Angkatan Laut, dari Basarnas, kemudian juga dari kelompok-kelompok relawan yang lain juga sudah standby di sana gitu," terang Noviar.

Hanya saja diakui Noviar, pengetahuan terkait bahaya ripcurrent masih terbatas. Disisi lain kesadaran wisatawan untuk mematuhi aturan rambu-rambu dan imbauan yang disampaikan petugas juga masih perlu ditingkatkan.

"Tetapi kan selalu masyarakat yang dari luar yang datang ke Jogja mereka yang pergi berwisata itu tidak paham, kemudian ketika diberikan himbauan juga tidak mendengar gitu lah," lanjutnya.

Diketahui, kecelakaan laut pertama terjadi pada 3 April 2025, dengan korban berhasil diselamatkan. Pada 4 April, tiga wisatawan dilaporkan tenggelam. Dua berhasil diselamatkan, sementara satu korban, Andreas Julian Pratana (18) asal Semarang, dinyatakan hilang.

Sedang 8 April, seorang wisatawan asal Demak, Jawa Tengah terbawa arus ke tengah dan tenggelam namun kemudian berhasil diselamatkan petugas.

Halaman Selanjutnya
img_title