Mangkunegaran Makan-Makan: UMKM Kuliner PLN Jogja Unjuk Gigi Jelang Hari Kartini
- IST
SURAKARTA, VIVA Jogja — Ketika budaya dan bisnis bertemu dalam satu panggung, lahirlah momentum yang menggairahkan seperti dalam perayaan ulang tahun Mangkunegaran ke-268.
Hari Kartini yang biasanya identik dengan kebaya dan bunga, kali ini dibumbui aroma kopi, sempol hangat, dan minuman aloe vera dari UMKM binaan PLN Jogja.
Di bawah payung program Power UMK Hub, PLN UP3 Yogyakarta menggandeng para pelaku usaha kecil Gunungkidul untuk hadir dalam gelaran Mangkunegaran Makan-Makan.
Dari tanggal 18 hingga 20 April 2025, halaman Pura Mangkunegaran menjadi panggung gemilang bagi UMKM kuliner lokal untuk memikat lidah ribuan pengunjung.
Nama-nama seperti Kopsis.id, Dapur Imud, Rasane Vera, dan Herbal Yuniari bukan sekadar pelengkap acara, tapi bintang-bintang baru yang bersinar lewat produk khas Gunungkidul.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pelaku UMKM itu Kartini masa kini," ujar Attika, Manager Rumah BUMN Gunungkidul, sambil tersenyum bangga melihat stan binaannya dipadati pengunjung.
Menurutnya, acara ini bukan sekadar pameran, tapi ajang strategis memperluas pasar dan mengasah kepercayaan diri para pelaku usaha.
Attika menambahkan, dukungan PLN sangat nyata, bukan hanya soal pendanaan, tapi juga membuka akses pemasaran dan pelatihan vokasi yang selama ini menjadi PR besar bagi UMKM.
"Dengan tampil di panggung sekelas Mangkunegaran, produk lokal kami terasa naik kelas. Ini bukan sekadar jualan, tapi investasi jangka panjang bagi UMKM,"ungkapnya.
Suasana di Mangkunegaran pun makin semarak dengan perpaduan cita rasa dan budaya.
Mulai dari Umbul Donga, tari tradisional, musik keroncong hingga atraksi fire dance dari Solo Safari, semua jadi magnet tersendiri yang menambah daya jual produk UMKM.
Manager PLN UP3 Yogyakarta, Sigit Hari Wibowo, menyatakan bahwa peran PLN bukan hanya menyalurkan listrik, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
"Kami percaya UMKM punya potensi luar biasa. Maka, lewat Rumah BUMN Gunungkidul, kami hadir sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi rakyat," ujarnya.
Sigit menegaskan bahwa pelatihan, kurasi produk, dan pendampingan yang berkelanjutan adalah komitmen PLN dalam menciptakan UMKM yang tidak hanya survive, tapi juga bersaing di tingkat nasional.