Suadesa Festival 2025 Ciptakan Roda Ekonomi Desa Karangrejo hingga Rp3 Miliyar

Produk UMKM di Festival Suadesa 2025
Sumber :
  • Istimewa

MAGELANG, VIVA Jogja – Suadesa Festival 2025 yang diselenggarakan mulai Sabtu-Minggu (10-11/05/2025) di Gasblock PGN Karangrejo, Magelang dalam rangka semarak HUT ke 60 PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ditargetkan bisa menggerakan perputaran ekonomi di desa setempat hingga Rp 3 miliyar.

img_title Optimisme Kerja Menurun, Ketidakpastian Ekonomi Jadi Sorotan

Festival ini merupakan perwujudan program Desa Energi Berdikari Pertamina, Desa Karangrejo, Borobudur yang merupakan desa binaan PGN. Melalui program CSR PGN, Festival Suadesa 2025 ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa.

Disampaikan Kepala Desa Karangrejo, M Heli Rofikun, Suadesa Festival 2025 menjadi ajang pertemuan sekaligus kolaborasi antara pelaku UMKM, penggiat ekonomi lokal, pengelola wisata desa, dan seniman budaya dari Desa Karangrejo.

img_title 383 Jamaah Haji Kulonprogo Disambut Hangat, Pemkab Siapkan Peningkatan Layanan Haji 2027

“Kami berharap perputaran uang selama event 2 hari ini bisa mencapai Rp2,5 miliar sampai Rp 3 miliar, perputaran uang tersebut berasal dari usaha warga setempat yang merupakan UMKM seperti dari sektor kuliner dan homestay,” katanya pada Minggu (11/05/2025).

Heli menyebut, lantaran Suadesa Festival 2025 yang digelar berdekatan dengan perayaan Waisak di Borobudur, hingga desanya ikut mendapat ‘berkah’. Salah satunya, dari bisnis Homestay warga setempat yang sudah full booked.

img_title Gebyar UMKM Mandala Krida: Strategi Promosi Baru Dekatkan Produk Lokal ke Masyarakat

“Dengan adanya event ini membuat tingkat kunjungan ke desa kami meningkat, dan itu menggerakan ekonomi desa ini dan menyerap banyak tenaga kerja tambahan,” katanya.

Kepala Desa Karangrejo, M Heli Rofikun

Photo :
  • Istimewa

Terlebih, Suadesa Festival 2025 ini oleh penyelenggara ditekankan untuk lebih melibatkan masyarakat setempat. Dengan demikian harapannya masyarakat desa dapat membentuk kemandirian untuk penyelenggaraan festival serupa di tahun-tahun mendatang.

Festival ini juga menampilkan produk  40 UMKM lokal,  dengan mengusung tema “Kepedulian Lingkungan”, pasar Suadesa tidak menyediakan kantong plastik untuk belanja dan menyarankan pengunjung agar membawa tas belanja sendiri yang berbahan non plastik. Hal ini sebagai langkah nyata untuk mengurangi sampah plastik dan menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Untuk menambah kemeriahan Suadesa Festival, terdapat panggung seni dan budaya untuk menampilkan berbagai bentuk seni serta budaya lokal. Komunitas dan seniman budaya yang terlibat memeriahkan panggung nantinya yaitu Shaggydog, Irta Amalia, Om Janema dan masih banyak lagi lainnya.

“Melalui event seperti Suadesa ini kami lebih mudah memperkenalkan apa yang ada di desa kami. Pengunjung datang, menginap, mencicipi kuliner lokal, dan berinteraksi langsung dengan warga. Ini jauh lebih hidup,” ungkap Heli.

Halaman Selanjutnya
img_title