Perjuangan Calon Haji Pasutri Lansia Asal Jepara, Sempat Tak Bisa Berangkat Haji Bersama Gegara Akta Nikah

Mbah Kemadi dan Sutami bisa berangkat haji bersama pada tahun ini.
Sumber :
  • arif

img_title Pantang Menyerah, Daffa Pelukis Muda Difabel Asal Jepara Siap Harumkan Nama Daerah Lewat Lomba Polri

JEPARA, VIVAJogja-  Keinginan untuk disegerakan ke Tanah Suci, tentu saja sangat didambakan sejak lama oleh 1.280 calon jemaah haji asal Kabupaten Jepara yang berangkat beribadah haji tahun ini. 

Dari ribuan calon jemaah haji itu, keberangkatan ibadah haji yang dilakukan Kemadi (84) dan Sutami (81) warga Dukuh Jrakah Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara Jawa Tengah ini terasa sangat istimewa. 

img_title Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Kaligede Jepara, Polisi Lakukan Penyelidikan

Betapa tidak. Untuk bisa menunaikan Rukun Islam ke 5 ini bersama, pasangan suami istri (pasutri) lansia asal Bumi Kartini ini harus melalui perjuangan panjang. Bahkan Kemadi dari kategori keluarga kurang mampu tersebut, sempat pasrah jika keinginan beribadah haji tidak bisa berangkat bersama istrinya.

Sebelum bisa dinyatakan berangkat naik haji, Kemadi dan Sutami terganjal dengan persoalan keberadaan akta nikahnya. Meski sudah memiliki anak dan cucu serta mengantongi kartu keluarga (KK) yang memuat nama mereka, namun pasutri ini tak mengetahui keberadaan akta nikahnya.

img_title Bertahun-tahun Rusak, Jalan Mayong–Pancur Akhirnya Dibeton, Truk Tambang Dialihkan

Kemadi dan jemaah lainnya dilepas keberangkatannya di Masjid Bulungan

Photo :
  • arif

“Alhamdulillah. Maturnuwun Gusti Alloh sampun nimbali kulo lan istri saget ngibadah ngilen (Terimakasih Allah telah memanggil kami berdua bisa beribadah ke tanah suci),” ucap Mbah Kemadi dengan bahasa Jawa.

Sebelumnya, kedua lansia itu dilepas pihak keluarga dari Masjid Induk Bulungan menuju Pendopo Kartini Jepara. Selanjutnya mereka bersama calon jemaah haji lain asal kloter 46 Jepara, diberangkatkan menuju Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Mbah Kemadi dan istrinya sebenarnya bukan kategori orang kaya. Rumah pasutri lansia ini masih berupa tembok batu bata merah. Lantainya juga masih tanah. 

Di kediamannya yang sederhana, tak tampak benda atau perabot mewah di rumah yang ditinggali Mbah Kemadi dan istrinya itu. Namun layaknya warga desa lainnya, mereka masih memiliki tanah kebun. 

Tanah milik Mbah Kemadi inilah yang akhirnya dijual untuk membayar pelunasan biaya haji tahun ini.

“Kulo lan istri daftar haji tahun 2014. Kulo gadahe kebunan nggeh mpun akhire kulo sade. Kulo nggeh mpun sepuh, lare-lare senajan uripe pas-pasan nggeh mpun gadah griyo piyambak,” timpal Mbah Sutami.

Mbah Kemadi dan istrinya awalnya sempat bisa naik haji bareng tahun ini. Meski mendaftar haji bareng pada 2014, namun ternyata porsi keberangkatannya berbeda. 

Halaman Selanjutnya
img_title