Tak Ingin Ada Diskriminasi Pembangunan, Bupati Jepara Janjikan Kesejahteraan Warga Pulau Parang

Warga Pulau Parang berharap Pemkab Jepara perhatikan nasib mereka
Sumber :

JEPARA, VIVAJogja - Sejumlah proyek strategis segera digulirkan oleh Pemkab Jepara di Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa. Diantaranya pembangunan Puskesmas pembantu, pelabuhan sandar kapal dan peningkatan kapasitas listrik di Pulau Parang. 

img_title Naik Kelas! BUMDes Jepara Dipertemukan Bulog, Pertamina hingga Jaringan Ritel

Janji tersebut terungkap saat kegiatan “Bupati Ngantor di Desa” di Balai Desa Parang. Dalam pertemuan itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan berbagai rencana pembangunan. 

Ia didampingi Wakil Bupati M. Ibnu Hajar, Penjabat Sekda Ary Bachtiar, serta jajaran perangkat daerah terkait, termasuk Forkopimcam Karimunjawa.

img_title Jepara Siapkan Dana Cadangan Rp40 Miliar untuk Pilkada 2029

Bupati Witiarso saat berada di dermaga Pulau Parang Jepara.

Photo :
  • -

Bupati Witiarso mengatakan, salah satu fokus utama adalah pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu). Namun, pembangunannya hanya bisa dilaksanakan jika lahan telah berstatus milik pemkab. 

img_title Bikin Geram! Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Jepara Datangi Keluarga, Minta Laporan Dicabut

“Kami siap membangun Puskesmas Pembantu di Parang, asalkan status tanahnya sudah resmi milik pemerintah daerah. Silakan pemerintah desa segera lengkapi berkasnya,” ujar Witiarso.

Tidak hanya pembangunan Pustu, Witiarso juga menyebut bahwa pembangunan pelabuhan sandar kapal dijadwalkan dimulai tahun ini. Pelabuhan itu akan mendukung akses logistik dan mobilitas warga pesisir. 

“Akses laut yang memadai adalah kunci pemerataan layanan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat kepulauan,” terang Witiarso.

Di sisi lain, Desa Parang juga akan menerima hibah kapal multifungsi senilai Rp200 juta. Kapal ini dapat difungsikan sebagai ambulans laut maupun transportasi umum. 

“Ini bukan sekadar kapal, namun solusi darurat dan mobilitas warga yang sangat dibutuhkan,” tutur Witiarso.

Sedangkan terkait rencana pembangunan dermaga untuk kapal logistic, kata Witiarso, masih menunggu proses perizinan dengan pihak Universitas Diponegoro (Undip), karena lahan yang direncanakan bukan aset pemerintah daerah. 

“Kami akan segera koordinasikan dengan Undip. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kejelasan status lahan,” tuturnya. 

Kemudian dalam sektor energi, imbuh Wiwit, PLN Jepara telah mengusulkan peningkatan kapasitas listrik di Pulau Parang. Tim teknis PLN segera melakukan survei lapangan guna memastikan kelayakan jaringan.

Untuk kebutuhan air bersih di desa setempat, satu sumur bor sedalam 70 meter telah tersedia. Namun kebutuhan warga masih menuntut pembangunan satu sumur tambahan, yang ditargetkan terealisasi pada 2026.

Dari sisi penerangan, tahun ini akan dibangun 17 titik Penerangan Jalan Umum (PJU). Langkah ini diharapkan meningkatkan keamanan dan kenyamanan aktivitas warga di malam hari. “Tahun ini dibangun 17 titik PJU di wilayah tersebut,” imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title