Buka Musda XI Golkar DIY Bahlil Lahadalia Ingatkan Keder Pasif

Bahlil Lahadalia, buka Musda XI DPD Golkar DIY
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/ Fuska SE

Yogyakarta, VIVA Jogja  – Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, membuka pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Golkar DIY, pada Minggu (18/5/2025) di Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta.

img_title Disdikpora DIY Tegaskan Larangan Jual Beli Seragam di Sekolah Negeri

Disaksikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bahlil menancapkan Gunungan dan mengenakan Blangkon berwarna kuning. Saat memberi sambutan, Menteri ESDM itu menyampaikan apresiasinya kepada Ketua DPD Partai Golkar DIY Gandung Pardiman, yang telah menjabat selama tiga periode, bahkan menurutnya, jika kesehatan Gandung Pardiman cukup baik, maka dia pun akan memberi rekomendasi untuk bisa mencalonkan kembali menjadi Ketua DPD Partai Golkar DIY untuk keempat kalinya.

Namun karena terkait kesehatan, Gandung Pardiman yang juga duduk di kursi DPR RI, segera akan digantikan kader lainnya melalui Pergantian Antar Waktu (PAW

img_title Semarak Kebersamaan Lansia dan PAUD Mantrijeron Jadi Wadah Pelayanan Publik

Bahlil juga menyampaikan terimakasih pada Gandung Pardiman yang sukses mempimpin Golkar sekaligus mengharapkan ketua baru akan mengikuti Langkah Gandung Pardiman, bahkan lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga meminta selueuh kader Golkar untuk melakukan konsolidasi, dan menciptakan inovasi-inovasi untuk menyongsong dinamika dan perubahan pemilih pada Pemilu kedepan.

img_title Pemda DIY Tindaklanjuti Polemik Apresiasi Seni Anak dengan Evaluasi Menyeluruh

“Partai Gokar harus adaptif, harus terus berkoalisi, dan membuat pengkajian yang betul-betul terukur. Saya minta setelah Musda, segera melakukan Musda tingkat kabupaten, kalua perlu sampai kecamatan.  Ganti pengurus kecamatan yang sudah tidak aktif. Jangan sampai kantor kecamatan ada, tetapi tidak ada personilnya, pasti kita akan susah untuk berkompetisi di tahun 2029,” katanya.

Menurutnya, generasi pemilih mendatang sudah berbeda karena itu, kader Golkar harus adaptif dengan media sosial. Kampanye-kampanye yang melibatkan banyak orang sudah tidak lagi menjadi faktor utama dalam meraih simpati.

Hal lain, Bahlil juga menyebutkan bahwa DPP sedang menggodok usulan ke Pemerintah Pusat terkait dengan model demokrasi di Indonesia yang terlalu memakan banyak energi dan dana.

Nostalgia 

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengungkapkan kenangannya pada saat-saat masih duduk sebagai pengurus Partai Golkar. “Saya seperti nostalgia hadir di sini, namun karena tuntutan UU 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan, Gubernur DIY tak boleh menjadi kader apalagi pengurus partai politik,” ucap Sultan.

Halaman Selanjutnya
img_title