Perpustakaan Keliling di Kulonprogo Terkendala Koleksi dan Armada
- jogja.viva.co.id/Wuri D
Kendala lain yang dihadapi adalah minimnya koleksi buku baru yang menarik bagi anak-anak. "Bukunya sebagian sudah tidak. Kalau yang baru-baru banyak akan semakin menarik. Tetapi pengadaan buku terkendala alokasi anggaran," ucapnya.
Maryati juga mengakui anggaran pengadaan buku menurun drastis tahun ini. "Ini karena refokusing jadi memang tahun ini kita turun. Hanya sekitar Rp45 juta untuk pengadaan buku fisik ya buku manual. Kalau tahun lalu Rp 60 juta tambah Rp 10 juta, jadi Rp 70 juta," katanya.
Sementara, Pustakawan Ahli Pertama Perpustakaan Daerah Kulonprogo, Yohannes Indarto menyebut selain persoalan armada yang tinggal 4 mobil, dan buku koleksi yang perlu penambahan dan pembaruan, personel yang bertugas juga sangat terbatas.
"Dulu ada sopir sendiri, sekarang kami bawa sendiri. Kami itu setiap mau ke sekolah menata bukunya, setelah selesai pelayanan kan pasti sudah tidak rapi lagi ya, ya kita harus menata lagi sebelum ke titik sekolah berikutnya. Senin-Kamis bisa 3 - 4 titik dalam sehari. Jumat hanya dua titik sekolah. Pelayanannya itu kan memang diprioritaskan yang jauh ya kita sampai ke Balong Samigaluh , Girimulyo dll, " katanya.
Yasmin, siswi kelas 5 SD Darat, mengaku senang dengan adanya kunjungan perpustakaan keliling di sekolahnya. "Senang karena bisa membaca buku. Sukanya pinjam buku cerita, senang perpustakaan ini pilihannya banyak bagus-bagus," katanya.
Yasmin dan teman-temannya berharap koleksi buku mobil perpustakaan keliling ditambah buku baru. "Maunya itu bukunya cerita ditambah banyak terus bukunya yang baru baru yang bagus-bagus gitu," imbuhnya.
Salah satu Guru SD Darat, Fitri Nur Rahayu mengapresiasi kehadiran mobil perpustakaan keliling di sekolahnya. "Kehadiran perpustakaan keliling ini bisa membantu anak-anak untuk punya bahan-bahan bacaan cerita yang lebih beragam, terus anak-anak lebih antusias. Ketika anak-anak itu membaca lebih banyak beragam buku cerita , buku fiksi , non fiksi itu bisa meningkatkan kosakata mereka. Karena sekarang itu dampak gadget itu kan anak anak sangat kurang ya kosakatanya," katanya.