Buka Rekrutmen Pegawai Baru, RSUD Kudus Kekurangan Ratusan Tenaga Kesehatan

Bupati Samani mengecek layanan IGD RSUD Loekmonohadi Kudus
Sumber :
  • arif

KUDUS, VIVAJogja-  Jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang ada di RSUD Loekmonohadi saat ini diklaim masih kurang. Atas kondisi itu, Pemkab Kudus berencana membuka rekrutmen besar-besaran nakes di rumah sakit berplat merah ini.   

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Kabar gembira itu diungkapkan Direktur RSUD Loekmonohadi Kudus, dr. Abdul Hakam. Pihaknya menyebut, jumlah pegawai di RSUD Kudus saat ini memang belum ideal yakni 950-an pegawai. Padahal kebutuhan idealnya mencapai 1.200 pegawai. 

"Sebagai fasilitas layanan kesehatan tingkat lanjut, kami memang membutuhkan tambahan pegawai yang berhubungan dengan tenaga kesehatan," ujar Abdul Hakam saat mendampingi kunjungan Bupati Kudus di IGD di RSUD Loekmonohadi Kudus.

img_title Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemkab Kudus Gelar Doa Bersama

Bupati Samani berbincang dengan nakes di RSUD Loekmonohadi Kudus

Photo :
  • arif

Menurut Hakam, tujuan penambahan pegawai baru agar para pasien yang menjalani rawat jalan dan rawat inap di RSUD Loekmonohadi merasa nyaman dan tidak terabaikan.

img_title Bacakan Pidato Kepala BPIP, Bupati Kudus Ingatkan Pancasila Bukan Sekadar Simbol

Karena itu, Hakam menargetkan melakukan rekrutmen pegawai baru dalam waktu dekat. Selain itu, segera dilakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus dan organisasi kepegawaian di Pemkab Kudus. 

Tujuan rekrutmen pegawai baru, kata Hakam, agar di RSUD Loekmohadi segera mendapatkan tambahan tenaga kesehatan, baik dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

Hakam pun mengakui, penambahan pegawai baru tidak bisa langsung dilakukan dalam jumlah banyak. Namun dilakukan bertahap sekitar 10-an pegawai, agar tidak menimbulkan gejolak baik di internal maupun eksternal.

"Nanti sambil kami evaluasi penambahan pegawai baru tersebut dalam jangka satu bulan maupun tiga bulan, dengan target yang diinginkan kita semua, termasuk masyarakat dalam hal pelayanan,"  terang Hakam belum lama ini. 

Meskipun jumlah pegawai di RSUD Loekmonohadi belum ideal, imbuh Hakam, namun pelayanan secara umum sudah bagus. Selain itu, didukung terpenuhinya sarana dan prasarananya juga sudah baik.

“Jika nantinya ada penambahan pegawai baru, diharapkan kualitas layanan di RSUD Loekmonohadi semakin meningkat, baik rawat inap maupun rawat jalan,” tuturnya.

Hakam menegaskan, saat ini RSUD Kudus tidak berhenti melakukan inovasi dalam layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Inovasi layanan dalam penanganan stroke dengan kateterisasi saraf atau neuro intervensi dengan metode Digital Subtraction Angiography (DSA).

Halaman Selanjutnya
img_title