Setoran Dirasa Mencekik Leher, Juru Parkir Minta Belas Kasihan Bupati dan Wabup Kudus

Sejumlah juru parkir resmi keluhkan kenaikan setoran parkir di Kudus
Sumber :
  • arif

KUDUS, VIVAJogja- Perubahan sistem pengelolaan parkir baru di Kabupaten Kudus kini mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat Kota Kretek. Salah satunya dilakukan  paguyuban juru parkir yang biasa mangkal di sejumlah ruas kawasan parkir di Kudus. 

img_title Kisah Muhammad Salwa, Musisi Difabel Asal Kudus Menembus Panggung Ibukota

Sejumlah juru parkir yang resmi terdaftar pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus ini pun mengeluhkan penerapan sistem parkir baru. Alasannya sebab dirasa memberatkan mereka yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari memungut retribusi parkir titik-titik strategis Kota Kudus.

Pengelolaan lima dari sebelas titik parkir yang sebelumnya ditangani oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, kini berpindah ke tangan pihak ketiga melalui proses lelang resmi dari Pemkab Kudus. Perubahan sistem pengelolaan parkir yang berlaku sejak 1 Juni 2025 ini, kini menimbulkan keresahan di lapangan.

img_title Kudus Kejar Zero Stunting di Tahun 2030, Angkanya Kini Tinggal 3,04 Persen

Joko Mulyono meminta Bupati Kudus perhatikan keluhan juru parkir

Photo :
  • arif

Sebab para juru parkir ini dihadapkan pada beban baru, yakni kenaikan drastis setoran harian kepada pihak pengelola baru sebagai pemenang lelang. Jika sebelumnya hanya menyetorkan antara Rp10–20 ribu ke Dishub, kini angka itu melonjak tajam hingga Rp50 ribu per hari. 

img_title Solidaritas ASN Kudus untuk Korban Bencana NTT, Donasi Terkumpul Rp133,9 Juta

Praktis kenaikan setoran harian tersebut, dirasa berat bagi para juru parkir di Kota Kretek. Sebab mereka merupakan pekerja harian kecil tanpa ada jaminan pendapatan tetap.

“Kami rakyat kecil, kalau ditarget segitu sangat berat. Bahkan saat kondisi sepi, kami pun tetap ditarik dengan setoran penuh,” ucap Joko Mulyono, salah satu perwakilan juru parkir pada Selasa (10/6/2025).

Joko pun mengaku merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak pengelola parkir yang baru. Sebab jika mereka menolak mengikuti peraturan baru, para juru parkir ini mendapat ancaman akan digantikan oleh orang lain. Padahal selama ini, mayoritas para juru parkir ini telah bertugas lebih dari sepuluh tahun.

“Kok seenaknya bilang kalau tidak ikut aturan mereka, maka petugas parkir akan diambil alih. Ini kan sangat tidak manusiawi,”  sesal Joko. 

Mewakili suara para juru parkir, Joko berharap Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Birton bisa turun langsung untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title