Yogya jadi Laboratorium Nasionalisme Digital: Jogjakita Jadi Bukti Nyata

Jogjakita jadi laboratorium digital
Sumber :
  • istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja -  Jogjakita, aplikasi transportasi online lokal yang dirancang, dikembangkan, dan dijalankan oleh talenta asli Jogja terbukti mampu bersaing di tengah dominasi platform digital asing di berbagai sektor kehidupan. Kota ini kini dianggap sebagai contoh nasional dalam membangun kedaulatan digital dari daerah.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Dalam waktu singkat, lebih dari 3.000 mahasiswa, ratusan pelaku UMKM, serta ribuan pengguna umum telah beralih ke Jogjakita, bukan karena strategi diskon besar yang diterapkan, tapi karena kesadaran untuk mendukung karya anak daerah, dalam memperkuat ekonomi lokal.

Ibnu Sunanto, selaku Founder Jogjakita, juga melihat bahwa Jogja bisa menjadi laboratorium nasionalisme digital. “Di sini, masyarakat tidak hanya bangga pada budaya dan sejarah, tapi juga memilih untuk berdaulat secara digital. Jogjakita menjadi bukti nyata bahwa daerah bisa berdiri sendiri di tengah dominasi korporasi global,” ujarnya.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong UMKM Tembus Pasar Global Lewat INACRAFT Festival 2026

Digital dan Pilihan Ideologi

Gerakan masyarakat Jogja untuk menggunakan aplikasi lokal ini bukan hanya soal kenyamanan atau harga, tetapi juga sebagai bentuk pilihan kesadaran kolektif untuk menolak ketergantungan pada aplikasi yang tak berpihak pada ekonomi kerakyatan.

img_title Pemkot Yogyakarta Lepas 446 Mahasiswa KKN, Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Bangun Kampung

“Jogjakita” tidak mengambil potongan dari mitra pengemudi maupun UMKM, serta menjalankan program sosial “Kilometer Kebaikan” yang mengantar anak yatim ke sekolah secara gratis. Konsep ini memperlihatkan bahwa ekosistem digital bisa dibangun dengan nilai, bukan hanya angka.

“Kalau transportasi bisa kita kelola sendiri, lalu kenapa kita harus terus bergantung pada sistem yang tidak berpihak? Jogja sudah membuktikan, dan kami yakin kota lain bisa mengikuti,” tambah Ibnu.

Jadi Contoh untuk Kota Lain

Fenomena ini mulai menarik perhatian aktivis digital, akademisi, dan pemerhati ekonomi kerakyatan dari berbagai daerah. Beberapa bahkan sudah menghubungi tim Jogjakita untuk belajar dan merancang platform serupa di kota masing-masing.

“Jogjakita membuka mata kami. Bahwa gerakan digital bisa dimulai dari mana saja, asal punya niat untuk berpihak pada rakyat,” ujar salah satu aktivis lokal dari Jawa Timur.