Jalur Afirmasi SPMB 2025 di DIY Disalahgunakan

Kepala Dinas Dikpora DIY, Suhirman
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Sarang Lidi dan sejumlah orang tua siswa melaporkan 15 kasus yang diduga tidak sesuai kriteria afirmasi dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Diketahui, -10 kasus dilaporkan langsung oleh orang tua siswa, 4–5 kasus tambahan dihimpun oleh Sarang Lidi dari hasil investigasi lapangan dan laporan tersebut telah disampaikan ke Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.

Ditemukan pelanggaran berupa anak-anak dari keluarga mampu diduga diterima melalui jalur afirmasi, yang seharusnya diperuntukkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang terindikasi dari

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

anak yang diantar jemput dengan mobil pribadi. Terjadi manipulasi data bantuan sosial, seperti munculnya nama sebagai penerima bantuan padahal tidak pernah menerima bantuan apa pun

Pemanfaatan celah kuota afirmasi yang meningkat dari 15% menjadi 30%, sehingga membuka peluang penyalahgunaan

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Dalam hal ini, Ombudsman DIY juga menemukan indikasi data ganda dan penyalahgunaan afirmasi, termasuk kasus NIK ganda dan keterangan ekonomi yang tidak sesuai

Diketahui bahwa tujuannya dari jalur afirmasi trrsebut adalah untuk memberikan kesempatan yang adil bagi kelompok yang secara sosial atau ekonomi kurang beruntung agar tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas di sekolah negeri.

Menanggapi laporan tersebut Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan menindak-lanjuti dengan serius laporan dugaan penyalahgunaan jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA tahun ajaran 2025/2026 tersebut.

Kepala Disdikpora DIY, Suhirman, menyatakan pihaknya telah menerima daftar nama yang disampaikan Sarang Lidi dan langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk proses verifikasi.

“Proses klarifikasi saat ini tengah masih berjalan. Kita cermati ke Dinsos dulu seperti apa data yang ada, apakah benar atau tidak," kata Suhirman.