Buku-buku Fiksi Laris Manis di Big Bad Wolf Jogja 2025

Pameran buku Big Bad Wolf Yogya
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Cahyo PE

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Hajatan buku internasional Big Bad Wolf hadir di Yogyakarta sejak 26 Juni hingga 6 Juli 2025. Dalam seminggu penyelenggaraannya ternyata buku-buku bergenre fiksi menjadi favorit pembeli di Big Bad Wolf Jogja 2025 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC).

img_title Pemkot Yogyakarta Lepas 446 Mahasiswa KKN, Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Bangun Kampung

Direktur Big Bad Wolf Indonesia Mathius Wandi Budianto mengatakan animo masyarakat di Yogyakarta pada buku bertema fiksi sangat tinggi. Wandi menyebut ada beberapa judul buku fiksi yang habis dibeli dan harus dilakukan stok ulang.

"Ramai banget pengunjung yang datang, bahkan ada beberapa judul yang sold out, sampai kita harus datangkan lagi, ini diluar ekspektasi kita," terang Wandi, Jumat (4/6).

img_title Tegal Children's Festival 2026 Hadirkan Ruang Kreatif untuk Anak dan Orang Tua

Wandi menjabarkan pihaknya sampai mengedrop kembali 500 exlempar buku. Larisnya buku-buku fiksi di Big Bad Wolf Jogja 2025 ini, dinilai Wandi menandakan masyarakat Yogyakarta memang menyukai kisah kisah romantis seperti novel.

"Hal itu yang membedakan dengan budaya kota lainnya, di sini buku buku fiksi terjual banyak, mungkin Yogyakarta ini kota romantis ya," ucap Wandi.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Selain buku buku fiksi, buku non fiksi juga banyak diminati pengunjung yang datang. "Baik fiksi maupun non fiksi hampir berimbang," katanya.

Wandi membeberkan secara keseluruhan buku yang mendominasi laris terjual dan menjadi best seller adalah buku tentang anak anak.

"Buku buku children secara jumlah diatas 70 persen terjual, apalagi saat ini musim libur sekolah sehingga banyak orang tua bersama anak anaknya berbondong bondong datang ke pameran buku ini," katanya.

Wandi mengatakan buku untuk anak anak saat ini terkemas lebih menarik dibandingkan buku buku terbitan zaman dahulu.

"Beragam buku anak anak, kita punya buku dongeng disitu tidak hanya dalam bentuk lembaran tulisan saja, namun menampilkan karakter, memberikan ekspirience yang berbeda," ucap Wandi.

Wandi mengungkapkan pameran buku terbesar ini disiapkan lebih dari satu juta buku judul baru. Hingga memasuki pekan terakhir pelaksanaan bazar buku ini telah terjual ratusan ribu buku.

"Hingga saat ini lebih dari 300 ribu buku terjual, dan itu diluar ekspektasi kami, kami harapkan masyarakat Yogyakarta terus memadati pameran ini hingga hari terakhir," urai Wandi.

Halaman Selanjutnya
img_title